UNAIR NEWS “ Setelah euforia pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) mereda, masih banyak calon mahasiswa yang belum berhasil lolos dan harus melanjutkan perjuangan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Jalur ini menjadi kesempatan berikutnya untuk meraih bangku di 51¶¯Âþ (UNAIR)
Sebagai bahan pertimbangan, mari sejenak throwback ke data keketatan SNBT 2025 untuk gambaran peluang masuk di 51¶¯Âþ. Dari data tersebut, terlihat bahwa semakin besar persentase keketatan, maka semakin longgar tingkat persaingan. Informasi ini dapat menjadi strategi bagi calon mahasiswa dalam menentukan pilihan program studi.
Prodi dengan Peluang Lebih Besar
Berdasarkan data dari PPMB UNAIR, beberapa program studi mempunyai keketatan yang lebih longgar dari program studi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa dapat lebih leluasa mengeksplorasi program studi yang cocok dengan minat setiap individu.
Pada rumpun SAINTEK Sarjana, peluang lebih besar terlihat pada beberapa program studi dengan persentase keketatan tinggi. Seperti Akuakultur (FIKKIA Banyuwangi) sebesar 33,04%, Fisika 22,38%, Teknologi Hasil Perikanan 21,13%, Akuakultur 20,44%, serta Matematika 18,26%. Selain itu, prodi seperti Biologi 14,07% dan Kimia 12,33% juga tergolong memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah daripada bidang kesehatan yang umumnya sangat ketat.
Sementara itu, pada rumpun SOSHUM Sarjana, program studi dengan peminat relatif lebih sedikit. Prodi tersebut di antaranya Ilmu Sejarah dengan keketatan 16,10%, Bahasa dan Sastra Indonesia 12,31%, Ekonomi Islam 11,54%, Bahasa dan Sastra Inggris 11,00%, serta Bahasa dan Sastra Jepang 10,10%. Prodi-prodi ini dapat menjadi alternatif strategis di tengah tingginya persaingan pada jurusan populer seperti Psikologi dan Ilmu Komunikasi.
Pada rumpun Sarjana Terapan, peluang terbesar terdapat pada Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol dengan keketatan 9,31%. Kemudian terdapat prodi Teknologi Veteriner 6,91%, Pengobatan Tradisional 6,21%, dan Manajemen Perhotelan 4,54%.
Adapun pada jenjang Diploma III, hampir seluruh program studi memiliki tingkat keketatan yang relatif longgar. Beberapa di antaranya adalah Akuntansi dengan 1,70%, Perpajakan 1,69%, Bahasa Inggris 1,57%, Manajemen Pemasaran 1,44%, serta Keperawatan 1,15%, yang menunjukkan peluang masuk yang lebih besar bagi calon mahasiswa.
Strategi Memilih Prodi
Setiap program studi memiliki peluangnya masing-masing dalam SNBT. Program studi dengan tingkat keketatan yang lebih longgar dapat menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan peluang lolos. Meski demikian, calon mahasiswa tetap disarankan untuk mempertimbangkan minat, kemampuan, serta prospek karier, tidak hanya berfokus pada tingkat keketatan.
Dengan beragam pilihan program studi dari berbagai rumpun, 51¶¯Âþ membuka kesempatan luas bagi calon mahasiswa untuk menjadi bagian dari Ksatria Airlangga. Informasi keketatan ini dapat membantu peserta SNBT dalam menyusun strategi yang lebih matang.
Informasi lebih lanjut mengenai SNBT UNAIR dapat diakses melalui laman resmi
Penulis : Nikita Aulia
Editor : Ragil Kukuh Imanto





