User Story sangat penting untuk pengembangan perangkat lunak, dan diagram urutan digunakan untuk menentukan perilaku sistem. Makalah ini mengusulkan metode transformasi dari skenario User Story ke diagram urutan, yang memiliki fokus berbeda dari proyek terkait sebelumnya. Diagram urutan berisi informasi tingkat sistem seperti objek, fungsi, dan parameter, dan dapat diekstraksi untuk membuat diagram urutan yang lebih detail. Metode ini menghilangkan atau mengurangi ketidakkonsistenan antara kedua model tersebut dan meningkatkan efisiensi dan ketepatan model yang dihasilkan.
Penelitian ini menggunakan metode untuk membuat sequence diagram berdasarkan diagram lainnya, seperti use case spesifikasi, use case description dan class diagram, use case scenario, use case, dan spesifikasi kebutuhan natural language. Metode ini mengadopsi beberapa aturan dari pembuatan diagram urutan berdasarkan User Story, karena User Story juga merupakan bagian dari skenario User Story. Pengguna perlu menginput skenario User Story sesuai dengan format yang telah ditentukan, kemudian sistem akan memeriksa format skenario User Story yang diinputkan. Sistem kemudian akan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk membuat elemen sequence diagram, seperti objek kontrol, objek batas, aktor, dan pesan antar objek. PlantUML adalah library untuk membuat beberapa jenis diagram UML, termasuk diagram sequence. Terakhir, gambar sequence diagram dihasilkan berdasarkan kode PlantUML dan ditampilkan kepada pengguna.
Hasil penilaian sequence diagram yang dihasilkan sistem dapat dilihat pada Tabel 2. Sistem memiliki akurasi yang rendah pada penamaan objek, akurasi 100% pada flow, dan akurasi 40% pada nama objek. Namun, penamaan objek memiliki pengaruh yang kecil pada pembuatan diagram urutan jika memiliki konteks yang sama. Beberapa tantangan dalam pembuatan sequence diagram dari skenario User Story belum terselesaikan, seperti sudut pandang pengguna, pembuatan objek entitas, dan jumlah objek batas dan objek kontrol. Sistem tidak dapat mengekstraksi pesan dari objek kontrol ke objek entitas atau sebaliknya, sehingga sistem tidak dapat membuat objek entitas. Posisi awal pengguna ada di halaman A, tetapi posisi akhir mungkin ada di halaman B karena respon sistem yang menggerakkan pengguna.
Makalah ini mengusulkan aplikasi berbasis web untuk menghasilkan diagram urutan dari skenario User Story. Itu berhasil mengekstraksi objek kontrol, objek batas, peran, pesan, dan aliran pesan dari kondisi yang diberikan, kapan, dan kemudian serta User Story. Namun, itu tidak dapat mengekstraksi objek entitas dan pesan antara objek batas dan objek kontrol karena ketersediaan data. Aplikasi dievaluasi dengan membandingkan keluaran sistem dan diagram urutan yang dibuat secara manual oleh analis sistem terpilih dengan dataset yang sama. Tiga aspek yang dievaluasi: objek yang dibuat, aliran, dan nama masing-masing objek. Hasil perhitungan menunjukkan akurasi sistem pada objek yang dibuat, alur dan nama objek secara berurutan adalah 100%, 100%, dan 40%.
Penulis: Indra Kharisma Raharjana, S.Kom., M.T.
Jurnal: https://aip.scitation.org/doi/abs/10.1063/5.0103696?journalCode=apc





