51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Spiritualitas dan Agama dalam Pengembangan Manajemen dan Kepemimpinan Organisasi

Perkembangan konsepsi manajemen dan kepemimpinan organisasi serta meningkatnya kesadaran manusia akan spiritualitas dan agama telah menjadi faktor yang menarik untuk dikaji dalam ilmu manajemen organisasi dan kepemimpinan. Sebuan jurnal yang khusus mengulas konten tersebut telah menjadi wadah dalam pengembangan ilmu manajemen dengan memasukkan unsur spiritualitas dan agama di dalamnya. Termasuk dalam Ilmu kepemimpinan saat ini telah berkembang dengan memunculkan berbagai tipe gaya kepemimpinan termasuk kepemimpinan spiritual dan religiusitas. Sebuah jurnal yang mengusung pemikiran ini adalah jurnal internasional œ The Journal of Management, Spiritualitas and Religion (JMSR). Jurnal ini telah mulai mempublikasikan artikelnya mulai tahun 2004. Publikasi berlangsung hingga saat ini, 2023 telah mencapai H index 30 dan terindex scopus Q1. Artikel ini bertujuan bertujuan untuk mendefinisikan bidang tersebut melalui pemeriksaan konseptual, teoritis, dan empiris manajemen, spiritualitas, dan agama. Cakupan aratikel dalam jurnal meliputi pertama analisis manajemen, spiritualitas dan agama dari multi perspektif, budaya dan tradisi. Kedua, mengkaji interaksi masyarakat dengan manajemen, spiritualitas dan religiusitas. Ketiga, analisis kritis dan komprehensif yang mencakup pemahaman secara umum.  Keempat, tentang kejadian metafisik terkait dengan kepemipinan, spiritualitas dan religiusitas .

Penelitian manajemen yang menghubungkan spiritualitas dan religiusitas bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas masyarakat dan kepemimpinan spiritual dalam konteks bisnis. Penelitian ini juga menyelidiki dampak pluralisme terhadap organisasi, bagian penting dan khas dari berbagai pandangan agama yang dianut, dan bagaimana spiritualitas karyawan dapat membantu organisasi bekerja lebih baik (Tackney et al., 2017). Artikel sebagian besar memahas tentang kesadaran batin, pengembangan karakter dan etika bisnis. Jurnal ini memberikan bukti tentang hubungan antara manajemen dan spiritualitas, mengembangkan teori dan praktik terbaik yang sedang berkembang saat ini.

Analisis bibliometric dilakukan memalui studi dari artikel yang terdapat pada database scopus. Studi dilakukan pada artikel yang telah diterbitkan pada jurnal of management, spirituality and Religion mulai dari tahun 2004 sampai dengan 2020, pada 360 artikel jurnal. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari tahun 2022. Pertumbuhan jurnal ini meningkat disertai dengan peningkatan sitasinya. Konten penulisan artikel pada jurnal ini mengelompok menjadi enam tema dasar. Pertama, berkenaan dengan kebebasan religiositas dan spiritualitas ditempat kerja. Disini penekanan artikel pada pentingnya keragaman riligi dan pentingnya memberikan ruang untuk menjalankan agama. Kebebasan beragama ini memberikan dampak yang signifikan pada kinerja karyawan. Weitz dkk. (2012) membahas tentang kegagalan organisasi dalam menumbuhkan spiritualitas di tempat kerja akan berdampak pada perilaku buruk dalam organisasi. Selain itu, juga memunculkan berbagai argumentasi hukum dan teoritis tentang pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam mengekspresikan identitas seseorang melalui agama. Kedua, Kepemimpinan spiritual menumbuhkan kesejahteraan spiritual, berdampak positif terhadap kinerja organisasi dan kepuasan hidup karyawan. Cluster ini mengkaji hubungan antara kepemimpinan spiritual dan hasil yang diharapkan organisasi, serta pengaruhnya pada komitmen organisasi, kepuasan hidup dan produktifitas (Fry et al., 2010; Hunsaker, 2016). Fry dkk. (2017) membahas komponen dan model bangunan kepemimpinan spiritual secara rinci, memiliki kekuatan total link terkuat ketiga di cluster ini. Tautan total terkuat ada dalam artikel oleh Houghton dkk. (2016). Ketiga, berkenaan dengan praktik sumber daya manusia melalui lensa spiritualitas, yang membahas tentang sumberdaya manusia dan konsep=konsep religiositas dan spiritualitas. Keterlibatan, tingkat stress, dan perilaku inovatif bagi karyawan. (Afsar & Rehman, 2015; Arnetz et al., 2013; Naimon et al., 2013; Saks, 2011). Keempat, berkenaan dengan strategi bisnis berdasarkan atas spiritualitas dan religi yang melihat spiritualitas dan agama dalam strategi bisnis dan manajemen perusahaan. Fornaciari dan Dean (2009), praktik religiusitas dan spiritualitas dalam konteks manajemen bisnis keluarga (Fang et al., 2013; Madison & Kellermanns, 2013) dan pengaruhnya pada praktik tanggung jawab sosial perusahaan, yang dipengaruhi oleh religiusitas profesional bisnis (Jamali & Sdiani, 2013). Klaster ini juga mencakup lingkup manajemen teknis, seperti pemasaran, yang menghubungkan perilaku konsumen dan religiusitas (Agarwala et al., 2019). Kelima, berkenaan dengan spiritualias dan kewirausahaan, berkenaan dengan keterkaitan antara riligius seseorang dan nilai spiritualitas dapat memotivasi dalam menjalankan aktivitas wirausahaya, sperti menentukan peluang, menjalankan operasi bisnis, dan mengembangkannya. Keenam, spiritualitas di tempat kerja sebagai sarana untuk membantu diri sendiri, yang memandu seseorang dalam penanganan konflik, mencari tujuan hidup, dalam bekerja, membantu dalam penyatuan nilai-nilai individu dengan nilai-nilai perusahaan. PenutupAnalisis bibliometric pada jurnal manajemen, spiritualiatas dan religi ini telah memberikan kontribusi diberbagai wilayah mulai dari Amerika, Asia, Inggris hingga New zaeland. Selanjutnya dari pembahasan di atasa diharapkan dapat memberikan inspirasi untuk pengembangan konsep manajemen, berkenaan dengan spiritualitas, religi dalam praktik organisasi untuk para akademisi dan juga praktisi.

Penulis: Prof. Dr. Indrianawati Usman, Dra.Ec., M.Sc.

Jurnal: The First 17 Years of the Journal of Management, Spirituality, and Religion (JMSR): Bibliometric Overview

AKSES CEPAT