Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Jawa, yang mengalir dari Pegunungan Sewu di Jawa Tengah hingga ke Perairan Ujungpangkah di Jawa Timur. Sungai dan muara-muara Bengawan Solo sangat penting bagi kegiatan perikanan di Jawa Timur. Terdapat tiga tiga Muara Bengawan Solo utama yaotu ; Muara Slewean, Muara Pucuk, dan Muara Kaliumum. Kawasan ini menyediakan pasokan air penting bagi tambak ikan dan berkontribusi signifikan terhadap mata pencaharian masyarakat setempat (Hasan dkk.,2023; Marhaento dkk., 2021).
Iklim yang tidak menentu menyebabkan perubahan pola curah hujan, Fluktuasi kondisi lingkungan perairan muara mempengaruhi penyebaran komufitas organisme, salah satunya adalah zooplankton. Ketika perairan muara dipengaruhi oleh air dengan salinitas tinggi, zooplankton laut banyak ditemukan di wilayah tersebut, seperti Briadydius, Neocalanus, dan Stenocalanus. Sementara pengenceran salinitas terjadi selama musim hujan, banyak kelompok zooplankton air tawar ditemukan, seperti Cyclops dan Coleps (Rahayu dkk., 2013). Zooplankton sangat sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan dan menghubungkan produsen primer dan organisme pada tingkat trofik yang lebih tinggi dalam proses transfer energi, Oleh karena itu, keberadaan zooplankton dapat digunakan sebagai bioindikator kesesuaian lingkungan untuk biota perairan (Danni dkk., 2020). Perairan Ujungpangkah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kawasan perkebunan dan tempat penangkapan ikan. informasi mengenai struktur komunitas zooplankton bermanfaat untuk memperkirakan kesesuaian lingkungan perairan untuk kegiatan perikanan.
Zooplankton di perairan Ujungpangkah terdiri dari Protozoa, Echinodermata, Brachiopoda, Chordata, Annelida, Rotifera, dan Arthropoda. Kelimpahan zooplankton berkisar antara 5.333 hingga 28.444 individu/m3. Indeks keanekaragaman (H™) termasuk dalam kategori rendah-sedang yaitu 0,76“1,41, indeks keseragaman (E) berada dalam kategori tinggi yaitu 0,84“0,95, dan indeks dominasi (C) menunjukkan tidak adanya dominasi jenis zooplankton tertentu yaitu 0,25“0,50. Berdasarkan indeks ekologis tersebut, perairan Ujungpangkah dan muara Bengawan Solo diklasifikasikan sebagai tingkat pencemaran rendah hingga sedang. Berdasarkan kondisi tersebut diatas menunjukan bahwa muara Sungai Bemgawan solo dalam kondisi yang masih dapat menunjang kegiatan budidaya, seperti budidaya udang, udang dan kepitting.
Sumber journal
Diversity and Abundance of Zooplankton as Biological Indicator in the Bengawan Solo River Estuary and Ujungpangkah Waters, East Java, Indonesia
Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, Volume 30 (1),1591-1604
Penulis Nina Nurmalia Dewi, Prima Almira, Elva Qurrota Fuadah, Firman Budi Cahyadi, Cut Syarifah Zahara, Annur Ahadi Abdillah, Muhamad Nur Ghoyatul Amin, Yudi Cahyoko, Juni Triastuti, Sulistiono Sulistiono, Ahmad Shofy Mubarak
Corespondent Ahthor : Ahmad Shofy mubarak
Penelitian ini hasil Kerjasama staf pengajar Faculty of Fisheries and Marine Science, 51¶¯Âþ, Surabaya. Indonesia bekerja sama dengan Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University, Bogor.





