Usaha kecil dan menengah (UKM) memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi baik di pasar negara berkembang maupun negara maju, khususnya di era globalisasi yang dinamis. Menurut studi dari Komisi Eropa melaporkan hal berikut: 淯KM yang aktif secara internasional melaporkan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 7% dibandingkan hanya 1% untuk UKM tanpa kegiatan internasional dan 26% UKM yang aktif secara internasional memperkenalkan produk atau layanan baru pada sektor mereka di negaranya; untuk UKM lain hanya 8%. Peran UKM yang melakukan kegiatan internasional akan memberikan nilai lebih besar bagi pembangunan perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, memberikan strategi yang memadai bagi UKM untuk mengatasi tantangan dan hambatan serta meraih peluang di pasar internasional merupakan isu utama.
Penelitian terhadap UKM didominasi oleh model yang menganjurkan pola internasionalisasi bertahap atau membagi proses internasionalisasi menjadi dua fase, yaitu fase awal dan pertumbuhan internasional selanjutnya. Namun, proses internasionalisasi bertahap sudah tidak berlaku lagi. Melainkan dilakukan secara cepat dan bersamaan dengan pendirian UKM. Perusahaan yang melakukan kegiatan internasionalisasi yang dimulai dari saat atau mendekati pendiriannya disebut Born Global. Perusahaan Born Global biasanya merupakan UKM yang berupaya mendapatkan keunggulan kompetitif dengan menggunakan sumber daya dan penjualan di beberapa negara.
Perusahaan Born Global sering kali bertindak sebagai pemain kunci dalam ekosistem yang mendukung perusahaan multinasional besar, mendorong inovasi dan teknologi, mendukung pertumbuhan industri, memiliki tingkat pertumbuhan lapangan kerja yang jauh lebih tinggi , dan memainkan peran mendasar dalam pembangunan ekonomi negara-negara berkembang. Perkembangan Born Global menentang teori tradisional internasionalisasi bertahap. Banyak penelitian juga mengakui peran penting UKM di pasar global.
Pertanyaan mengenai kerangka internasionalisasi mana yang paling tepat untuk menggambarkan dan memprediksi pertumbuhan, perkembangan, dan bahkan kelangsungan hidup UKM Born Global belum diteliti secara komprehensif. Oleh karena itu, mempelajari strategi UKM Born Global sebagai rasionalisasi dalam menghadapi tantangan dan hambatan serta memanfaatkan peluang sangatlah penting. UKM dan perusahaan besar memiliki perbedaan, terutama dalam hal akses terhadap sumber daya dan keahlian. Meskipun UKM biasanya memulai dengan bidang keahlian yang sangat spesifik dan sumber daya yang terbatas, terutama sumber daya manusia, perusahaan besar berpotensi memiliki keahlian dan sumber daya yang lebih besar. Perbedaan-perbedaan ini tidak dapat diabaikan karena dapat mempengaruhi cara UKM menghadapi tantangan pasar global. Fleksibilitas yang ditawarkan melalui ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar memungkinkan mereka menavigasi kompleksitas pasar global dan berfungsi sebagai penyangga bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Fleksibilitas ini mungkin bukan hak istimewa UKM. Oleh karena itu, perbedaan-perbedaan tersebut perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisis terhadap konteks tersebut.
Makalah ini menyajikan tinjauan terkini mengenai pokok bahasan tersebut, dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan diagram PRISMA untuk menganalisis makalah-makalah yang diterbitkan dengan tema Born Global SMEs baik di Web of Science (WoS) maupun Scopus, berjumlah total 549 dan 1.365 makalah masing-masing. Sekitar 1.914 makalah diambil dari database ini, 57 diantaranya memenuhi kriteria seleksi review, sehingga dimasukkan dalam review.
Meskipun sebelumnya sudah ada peneliti yang membahas tantangan dan permasalahan UKM ekspor, serta kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil yang terlibat dalam internasionalisasi, namun strategi yang sudah mulai diterapkan adalah: yang diterapkan oleh UKM harus ditambahkan. Hampir semua peneliti menyadari bahwa tantangan dan hambatan utama bagi UKM Born Global untuk berkembang adalah terbatasnya sumber daya dan keuangan, sedangkan peluang bagi UKM untuk memasuki pasar internasional disebabkan oleh ceruk pasar yang tidak dimiliki oleh perusahaan besar. Peran pemilik atau pemimpin menentukan UKM Lahir Global, ditambah pengalaman internasional yang mendukung UKM lebih siap memasuki pasar global. Strategi yang memanfaatkan pengalaman internasional pemilik/pemimpin mengharuskan pemimpin untuk memiliki budaya kewirausahaan internasional (IEC) sehingga hal ini menjadi sebuah konsep komprehensif yang, sebagai salah satu temuan penelitian ini, menunjukkan perilaku kewirausahaan UKM yang terinternasionalisasi sebagai proaktif terhadap persaingan, inovasi, dan sikap berisiko di luar negeri berdasarkan peluang.
Pembentukan jaringan juga menjadi salah satu strategi yang disarankan dalam penelitian ini, terutama ketika jaringan tersebut memiliki kerjasama yang sehat sehingga dapat bermitra dan bekerjasama dalam usaha ekspor untuk pertumbuhan berkelanjutan dan beradaptasi terhadap perubahan sambil terus melakukan proses pembelajaran proaktif untuk mencakup penyebaran sumber daya dan pengetahuan.
Meningkatkan dan mengembangkan modal sosial juga merupakan strategi UKM Born Global dan menggunakan jaringan keluarga untuk mengikat komitmen internasionalisasi perusahaan dengan mengumpulkan pengetahuan tacit terkait terhadap rutinitas internasionalisasi dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di pasar luar negeri. UKM Born Global juga memerlukan peran lembaga pemerintah dalam membina dan memberikan layanan yang dapat menjadi sumber informasi dan pengembangan pengetahuan, seperti dengan memberikan layanan konsultasi bagi UKM yang melakukan internasionalisasi. Apalagi arah kebijakan dan regulasi untuk mendukung kemampuan ekspor.
Tulisan ini mengkaji fenomena internasionalisasi UKM Born Global dengan fokus pada strategi yang diterapkan UKM Born Global dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang di pasar internasional. Penulis menyoroti pentingnya keterampilan dan pengalaman internasional dari pemilik atau pemimpin UKM yang memutuskan untuk Lahir Global. Dengan pengalaman internasional yang dimiliki oleh pemimpin atau pemilik, UKM Born Global akan mampu mengatasi kendala sumber daya yang sebagian besar menjadi tantangan bagi setiap UKM Born Global. Berikutnya, pengalaman internasional juga akan menjadi strategi untuk meraih peluang di pasar internasional dengan memanfaatkan jaringan internasional yang dimiliki oleh pemilik atau pemimpin UKM Born Global. Lebih lanjut, penelitian menekankan pentingnya pengetahuan, keterampilan, teknologi, dan inovasi bagi UKM Born Global agar berhasil dan berkembang di pasar internasional.
Penulis: Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Nirmala, A. R., Sukoco, B. M., Ekowati, D., Nadia, F. N. D., Marjan, Y., & Hasanah, U. (2024). Strategies to Overcome Challenges and Seize Opportunities for Born Global SMEs: A Systematic Literature Review. Sage Open, 14(4).





