51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Strategi Pembelajaran untuk Library Instruction

Pustakawan memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pengetauan dan skill terkait penelitian bagi civitas academia. Peran ini biasanya banyak dilakukan oleh layanan referensi dan lietrasi informasi. Karena layanan referensi merupakan salah satu akar dari layanan pendidikan pengguna dan focus pada bagaimana pengguna mampu memanfaatkan perpustakaan untuk mendukung pendidikan dan penelitian mereka. Seiring berkembanganya layanan referensi yang ada, saat ini layanan referensi bertransformasi menajadi layanan konsultasi yang menangani masalah kompleks seperti memberikan konsultasi penentuan topik penelitian, menemukan research gap, menggunakan alat untuk Menyusun referensi, dan menyangkut publikasi karya ilmiah.

Mengingat banyak sekali pekerjaan yang dilakukan oleh pustakawan yang dikaitkan dengan pendidikan dan pembelajaran user, maka diperlukan stratgei yang tepat agar learning outcome dapat dihasilkan secara maksimal. Beberapa instruksi perpustakaan yang berhasil dihimpun antara lain one shot library instruction baik online maupun face to face, asynchronous online instruction, library instruction classroom, credit based online literacy, dan banyak lagi. Library instruction rata-rata menargetkan mahasiswa Angkatan pertama dan kedua, terutama dengan materi pengenalan perpustakaan, strategi penelusuran, pengenalan database dan sumber informasi, academic writing, mengidentifikasi fake news, dan penelususran katalog. Selanjutnya pada mahasiswa tahun kedua banyak diajarkan tentang penelusuruan tugas akhir, skripsi, dan thesis, membuat argumentative writing, menulis laporan penelitian, dan menghindari plagiarism. Melihat banyak seklai program library instruction yang diselenggarakan untuk mendukung pembelajran mahaisswa, maka diperlukan strategi isntruksi atau pengajaran yang sesuai.

Beberapa strategi pengajaran/instruksi telah digunakan oleh pustakawan terdiri banyak sekali stratgei yang terbagi kedalam lima pendekatan pembelajaran, yakni behaviorsm, cognitivism, constructivism, social constructivism, and humanism. Strategi instruksi yang paling banyak digunakan adalah menggunakan pendekatan active learning dibawah construtivism yang menggunakan focus pada pembelajaran siswa. Penggunaan flipped classroom dan research clinic sangat populer digunakan oleh pustakawan yang menggunkana pendekatan constructivism, demikian juga dengan meneydiakan media pembelajaran inline atau disebut dengan asynchronous online learning. Beberapa Teknik yang digunakan dalam strategi tersebut adalah menggunakan video dan worksheet, group work, question and answer, individual assignment, and research-based assignment. Another strategy is use behaviorsim approached that consists of classroom teaching, integrated library instruction, and synchronous online insteuction. The techniques that are used by librarian are classroom teaching, use image and graphics, carring, dan memasukkan humor dalam kelas.

Selain itu penggunaan alat dlaam strategi instruksi juga berhasil diidentifikasi, antara lain multimedia, interactive games, social media, teleconferencing, learning management systems dan assessment tools. Multimedia sangat terkait dengan konten pembeljaran seperti video, animasi, web pages, multimedia literacy, dan toolkits. Penggunaan games termasuk quiz, buleting board pallets, online quiz software. Sosial media juga termasuk salah satu teknologi yang digunakan untuk mendukung instruksi perpustakaan.

Tantangan pustakawan dalam memberikan library instruction adalah terkait dengan penggunaan teknology yang intensive, tantangan dalam proses pembelajaran, selanjutnya juga ketika terdapat penugasan sebelum dan setelah pemberian materi instruksi perpustakaan. Tantangan dalam penggunaan media online, terjadi ketika mahaisswa tidak membuka kamera selama online, kurangnya kemampuan IT, kurang motivasi dan minat, kirang waktu, dan tingganya ekspectasi mahasiswa. Dari sisi pustakawan, kurang training dan skill menjadikan pustakawan kurang percaya diri ketika memberikan instruksi.

Pendekatan instruksi perpustakaan yang digunakan sangat tergantung dnegan kemampuan dan pemahaman pustakawan terhadap instruski. Pembelajaran di perpsutakaan diharapkan lebih fleksibel, menyenangkan, meningkatkan engagement dan hubungan antara mahasiswa dan pustakawan, meningkatkan pengalaman positif, dan focus pada student center learning. Pustakawan disini bertindak sebagai fasilitator atau instruktur dan mendorong mahasiswa untuk melakukan pembelajaran mandiri atau self-regulated learning. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa tiga strategi pembelajaran di perpustaakn yang direkomendasikan adalah embracing, encouraging, dan leveraging dan dapat digunkana sesuai dnegan level tingkatan mahasiswa.

Full article dapat di baca di

Nove E Variant Anna, Kaur, K., & Yanti Idaya A.M.K. (2023). Teaching strategies for library instruction: directions from the literature . Malaysian Journal of Library and Information Science28(2), 63“87. https://doi.org/10.22452/mjlis.vol28no2.4

AKSES CEPAT