Iklim industri dunia mengalami perbedaan yang cukup besar akibat dorongan dari globalisasi. Perkembangan ini menciptakan suatu hal baru, dimana seluruh negara di dunia melebur menjadi satu dalam konsep tanpa batas. Kondisi ini memungkinkan sebuah industri untuk memperluas jangkauan pasarnya di seluruh negara. Manifestasi dari Fenomena globalisasi adalah adanya modern sistem komunikasi (Komunikasi Informasi Telekomunikasi atau ICT) sebagai sarana yang memungkinkan konsep tanpa batas yang ingin dicapai sehingga kesiapan negara untuk menyediakan fasilitas TIK memiliki peranan penting dalam aktivitasnya di era globalisasi.
TIK adalah salah satunya inovasi yang mempunyai peranan penting perdagangan internasional sekaligus menjadi solusinya masalah jarak geografis yang sering terjadi menjadi hambatan bagi perdagangan lintas batas. TIK yang optimal adopsi dapat berperan dalam meningkatkan hubungan perdagangan antar negara
TIK memiliki beberapa mekanisme untuk mempengaruhi arus perdagangan internasional, melalui akses yang mudah informasi dan transaksi biaya seperti biaya komunikasi, biaya koordinasi, dan biaya masuk pasar. Secara khusus, TIK dapat menciptakan penciptaan perdagangan atau peningkatan perdagangan melalui platform online atau perdagangan elektronik. Kehadiran platform online memungkinkan untuk interaksi non fisik antara penjual dan pembeli. Menurut perspektif pembeli, kehadiran e-commerce memungkinkan akses tanpa batas informasi untuk mendapatkan produk terbaik menurut preferensi masing-masing pembeli. Dari sudut pandang penjual melihat, e-commerce adalah peluang bagi mereka untuk melakukannya meningkatkan jangkauan pasar dan mempunyai potensi yang besar meningkatkan keuntungan mereka.
Indonesia adalah negara yang mempunyai potensi besar dibidang industri padat karya seperti furniture, industri tekstil dan industri alas kaki. Produk industri rotan mempunyai pangsa pasar internasional sebesar 63% dan industri alas kaki Indonesia memiliki pangsa 49%. Fenomena ini menunjukkan hal itu Indonesia mempunyai posisi yang kuat sebagai eksportir produk mebel dan alas kaki rotan.
Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan telekomunikasi infrastruktur untuk meningkatkan aspek kualitas TIK layanan di Indonesia. Meningkatkan aspek kualitas merupakan suatu keharusan karena telah terbukti aspek kualitas juga mempunyai dampak positif, dan memang demikian melengkapi aspek kuantitas dan kualitas Pelayanan TIK di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain negara. Infrastruktur mempunyai peran penting dalam proses tersebut dari kegiatan perdagangan internasional. Secara umum, TIK bisa ditinjau berdasarkan aspek kuantitas dan kualitas. Secara fundamental aspek kuantitas cenderung baik, yang mempunyai peran besar dalam menciptakan efek jaringan. TIK adalah faktor utama dalam proses networking antar negara dalam perdagangan dan melalui sistem digital ini bisa mengurangi biaya yang muncul dalam distribusi barang khususnya untuk industri padat karya
Penulis:Akbar Pratama Kartika, Rossanto Dwi Handoyo
Link Journal
DOI :
Strategy for Increasing Exports Through ICT Development and Potential Market Mapping: Case Study of Indonesia Labor Intensive Industries
Baca Juga: Terapi Nyeri Sendi Tabib Tradisional Solo





