51动漫

51动漫 Official Website

Streptomyces sp. Potensial Penghasil Antibiotik dari Tanah Ekosistem Mangrove Surabaya

Hutan mangrove merupakan formasi hutan khas daerah tropika. Gerakan pasang tinggi-pasang rendah yang terus-menerus dan aliran sungai mengakibatkan keadaan tanah kurang stabil dan terendam, kandungan udara berkurang, kadar garam tinggi dan keasaman rendah. Lokasi khusus ini menyebabkan banyak kerugian dan kesulitan bagi penghuninya, sehingga tidak banyak yang bertahan di habitat hutan mangrove yang sukar ini. Pada ekosistem mangroveSurabaya, juga dijumpai kasus pencemaran air. Kondisi ekosistem mangrove Surabaya tersebut dapat memberikan pengaruh yang berbahaya kepada individu dan populasi, sehingga kemungkinan hanya mikroorganisme yang survive yang dapat bertahan hidup.

Streptomyces merupakan salah satu bakteri yang dapat ditemukan pada tanah mangrove yang merupakan bakteri berhifa (thread bacteria) dan mempunyai karakteristik sebagai bakteri berfilamen, dengan diameter hifa 0,5 – 1,0 mm, bersifat Gram positif, berbentuk batang, bersifat aerob, dan dinding sel diaminopimelic (DAP). Tidak seperti pada koloni bakteri yang dapat tumbuh dengan cepat, koloni Streptomyces muncul perlahan dan melekat erat pada Agar, menunjukkan suatu gumpalan atau butiran yang jelas pada kultur cair dan koloni  tidak tembus Cahaya. Pada koloni yang masih muda menunjukkan permukaan koloni yang halus atau berkerut, sedangkan pada koloni yang tua telah menunjukkan pertumbuhan hifa dan aerial miselium yang bercabang. Pertumbuhan miselium tersebut yang menyebabkan perubahan pada koloni muda dari bentuk permukaan halus atau berkerut menjadi suatu koloni yang kering dan berbentuk butiran serbuk, granula, atau beludru, dan membentuk berbagai macam pigmen.

Streptomyces mempunyai peran penting dalam bidang bioteknologi, karena kemampuannya memproduksi bioaktif metabolit sekunder yaitu antibiotik yang digunakan sebagai obat antimikroba, antivirus, antitumor, antiparasitik, imunosupresif, pengawetan pakan, kesehatan hewan, dan sebagai alat bantu dalam bidang biokimia dan biologi molekuler.

Dengan peran penting Streptomyces tersebut, mulai diteliti dan dikembangkan pencarian isolat Streptomyces baru secara besar-besaran pada berbagai habitat karena mampu menghasilkan metabolit sekunder yang memiliki potensi signifikan. Metabolit ini menawarkan peluang yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai obat alternatif untuk penyakit menular dengan memberikan peningkatan efektivitas sebagai antibiotik spektrum luas.

Berangkat dari hal tersebut, Dr. Wiwin Retnowati, S.Si., M.Kes., Prof. Dr. Ni Made Mertaniasih, dr., M.S., Sp.MK(K),  Dr. Marijam Purwanta, dra., Apt., M.Sc., Dr. Nurul Wiqoyah, dra., M.Si., Atika, S.Si., M.Si., dr. Wilda Mahdani, M.Si, dan Sekar Maharani, melakukan penelitian mengenai potensi Streptomyces sp. sebagai penghasil antibiotik yang diiiolasi dari tanah ekosistem mangrove Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Kontrol positif yang digunakan adalah antibiotik Streptomisin 250 ppm, dan kontrol negatif adalah buffer fosfat. Sedangkan mikroorganisme uji adalah bakteri Gram positif (Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus ATCC 25923) dan bakteri Gram negatif (Escherichia coli AT CC 25922, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, Salmonella Typhimurium). Uji aktifitas antibakteri menggunakan metode modifikasi difusi Agar. Pengamatan dilakukan untuk mengidentifikasi adanya pembentukan zona bening di sekitar Streptomyces sp. Diameter zona bening diukur setiap 24 jam selama masa inkubasi 10 hari untuk menilai keragaman aktivitas antibakteri.

Hasil penelitian dilihat dari profil antibakteri Streptomyces sp. menunjukkan berbagai tingkat aktivitas ditinjau dari lama aktivitas, dan besarnya zona hambatan, yang berarti bahwa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. tersebut memiliki kekuatan yang berbeda terhadap bakteri uji.

Simpulan penting yang didapatkan pada penelitian ini adalah Streptomyces sp. yang berasal dari tanah ekosistem mangrove Surabaya memiliki efek penghambatan terhadap bakteri Gram-positif dan bakteri Gram negatif. Spesies Streptomyces sp. ini menghasilkan metabolit sekunder yang mempunyai potensi yang signifikan. Produk metabolit ini menjanjikan peluang untuk dikembangkan sebagai obat alternatif untuk penyakit menular dengan memberikan peningkatan efektivitas sebagai antibiotik spektrum luas. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, yaitu proses elusidasi tingkat lanjut untuk memperoleh jenis antibiotik yang lebih spesifik.

Penulis: Wiwin Retnowati, Ni Made Mertaniasih, Marijam Purwanta, Nurul Wiqoyah, Atika, Sekar Maharani, Wilda Mahdani

Berikut judul dan link artikel:

Judul: Antibiotic producing Streptomyces sp. Isolated from the soil of a mangrove  ecosystem

Link  :

AKSES CEPAT