51动漫

51动漫 Official Website

Stress Protein dan Inflamasi Terbukti Berperan dalam Pertumbuhan Sel Kanker

Ilustrasi oleh mtmweb.biz

Kanker timbul karena akumulasi mutasi genetik. Tubuh manusia tersusun oleh jutaan sel yang tak terhitung jumlahnya. Masing搈asing sel dalam tubuh manusia membawa informasi genetik berupa DNA (Deoxyribonucleic acid/ asam deoxyribonukleat) yang tersimpan dalam inti sel. DNA pada sel tubuh memiliki informasi genetik yang sangat teratur dan berfungsi untuk mengendalikan sifat-sifat sel tersebut. Perubahan genetik pada DNA disebut sebagai mutasi DNA. DNA yang mengalami mutasi akan mengubah sifat sel sehingga tidak sesuai dengan sel normal. Sel kanker timbul akibat terjadinya banyak mutasi yang terakumulasi. Akumulasi mutasi genetik akan mengubah sel normal menjadi sel kanker.

Sel kanker yang timbul pada awalnya hanya 1 sel yang selanjutnya membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, dst. Proliferasi sel kanker diperngaruhi oleh beberapa faktor. Pada keadaan sel kanker mengalami stress akibat adanya agen yang dapat membunuh sel tersebut, maka sel kanker akan menghasilkan stress protein. Adanya stress protein akan mendorong sel kanker untuk membelah dan menjadi banyak sel yang disebut proliferasi sehingga terjadilah pertumbuhan sel kanker. Salah satu stress protein yang banyak berhubungan dengan pertumbukan sel kanker adalah hsp70 (heat shock protein dengan berat 70 kilo-dalton). Hsp70 terbukti memainkan peran yang bermakna dalam pertumbuhan sel kanker payudara.

Rebecca, Willy Sandhika dan Heriyawati telah melakukan penelitian pada sel kanker payudara pada berbagai derajad ukuran tumor. Penelitian ini membuktikan bahwa peningkatan ekspresi stress protein hsp70 memiliki korelasi dengan derajad ukuran tumor pada penderita kanker payudara. Hal ini menunjukkan bahwa adanya stress yang dialami oleh sel kanker payudara justru membuat sel kanker semakin berkembang dan bertambah jumlahnya. Makin tinggi ekspresi hsp70 akan berkorelasi dengan makin besarnya ukuran tumor pada kanker payudara. Stress pada sel kanker payudara dapat terjadi baik oleh karena pembedahan, obat-obat anti kanker maupun respons imun tubuh. Inilah yang menjelaskan fenomena bahwa pada beberapa keadaan terjadi percepatan pertumbuhan kanker setelah seorang mengalami operasi.

Selain berhubungan dengan ekspresi protein hsp70, penelitian Rebecca, Willy dan Heriyawati juga menunjukkan bahwa pertumbuhan sel kanker dipengaruhi oleh adanya proses inflamasi. Dalam penelitiannya Rebecca menemukan bahwa enzym cox-2 (cyclo-oksigenase 2) yang merupakan mediator dari proses inflamasi juga berhubungan dengan pertumbuhan kanker payudara. Ekspresi enzym cox-2 terbukti meningkat secara signifikan pada kanker payudara dengan ukuran besar dibandingkan dengan ukuran kecil. Adanya inflamasi akan mendorong sel tubuh untuk berproliferasi menggantikan sel yang rusak atau mati. Akan tetapi perintah agar sel berproliferasi juga dimanfaatkan oleh sel kanker untuk membelah diri dan bertambah banyak jumlahnya. Adanya proses inflamasi akan mendorong sel kanker untuk berproliferasi. Proses inflamasi itu sendiri akan terjadi jika organ tubuh mengalami jejas, baik jejas berupa infeksi maupun bukan infeksi (seperti jelas mekanis, obat-obatan, atau respon imun notrmal tubuh). Hal ini menunjukkan bahwa adanya jejas akan merangsang terjadinya inflamasi, selanjutnya inflamasi akan merangsang pertumbuhan sel kanker.

Respon imun tubuh juga dapat menghasilkan inflamasi. Respon imun tubuh manusia terdiri dari respon imun alami dan respon imun adaptif. Respon imun alami akan mengaktifkan proses inflamasi, Peningkatan respon imun/ respon imun yang berlebihan justru akan menngkatkan proses inflamasi. Dan pada penelitian ini, telah terbukti bahwa peningkatan inflamasi akan meningkatkan pertumbuhan sel kanker payudara. Dapat disimpulkan bahwa semua agen yang dapat meningkatkan inflamasi harus dihindari agar tidak mendorong terjadinnya proliferasi sel kanker.    

Temuan penelitian ini memberikan pencerahan bahwa pengobatan kanker seharusnya bukan semata-mata ditujukan untuk membunuh sel kanker sebab kematian sel kanker akan memicu terjadinya respons imun yang ditandai dengan inflamasi. Pengurangan inflamasi dan stress yang dialami oleh sel kanker akan sangat bermanfaat dalam menurunkan progresifitas pertumbuhan tumor pada penderita kanker.

Penulis: Dr. Willy Sandhika, dr., M.Si, SpPA(K)*

Staf Pengajar Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran 51动漫

Artikel ILmiah Populer ini diambil dari artikel jurnal dengan judul: Expression Level of HSP70 and COX-2 in Breast Cancer Proliferation in Dr. Soetomo General Hospital, Surabaya, Indonesia dengan penulis: Rebecca Agustine Kristian, Willy Sandhika dan Heriyawati yang diterbitkan pada journal: Research Journal of Pharmaceutical and Technology. Volume 15 nomer 4, bulan April 2022.

Link:

AKSES CEPAT