Salah satu penyakit paling mematikan di dunia adalah penyakit jantung koroner, yang menyebabkan 9,1 juta kematian pada tahun 2021. Penyakit ini dapat disebabkan oleh penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut menyebabkan penyempitan arteri dan menghambat aliran darah, yang dapat memicu pembentukan bekuan darah (trombosis). Penggunaan aspirin sebagai terapi dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan saluran pencernaan. Vanilin dilaporkan memiliki aktivitas anti-agregasi platelet secara in vitro yang diinduksi oleh asam arakidonat, meskipun aktivitasnya lebih rendah dibandingkan dengan aspirin. Oleh karena itu, struktur vanilin perlu dimodifikasi untuk meningkatkan aktivitasnya sebagai agen anti-trombotik guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara umum.
Penelitian ini bertujuan memodifikasi struktur vanilin guna meningkatkan potensinya sebagai agen anti-trombotik. Modifikasi struktur vanilin dilakukan berdasarkan sifat lipofilik dan elektroniknya, serta dilakukan molecular docking menggunakan program AutoDock 1.5.7 untuk mengevaluasi aktivitas penghambatan terhadap reseptor P2Y12. Tiga senyawa derivat vanillin yang terpilih disintesis menggunakan alat microwave dengan katalis trietilamin. Senyawa hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR dan UV-Vis, spektrometer 鹿H-NMR dan 鹿鲁C-NMR, alat ukur titik leleh, serta dilakukan uji in vivo untuk mengevaluasi aktivitas anti-trombotik melalui metode clotting time dan bleeding time pada tiga dosis yang berbeda. Berdasarkan studi in silico, perhitungan nilai 鈭咷 dan Ki, seluruh analog vanilin menunjukkan potensi aktivitas anti-trombotik yang lebih efektif dibandingkan aspirin dan clopidogrel. Selain itu, hasil studi in vivo menunjukkan bahwa ketiga senyawa hasil sintesis memiliki aktivitas anti-trombotik yang lebih baik dibandingkan aspirin. Pemberian senyawa 4-formil-2-metoksifenil 4-metilbenzoat (V2) pada dosis 160 mg menunjukkan aktivitas paling tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa V2 merupakan senyawa paling menjanjikan untuk dikembangkan sebagai obat anti-trombotik di masa depan.
Penulis: Prof. Dr. Juni Ekowati, Dra., M.Si., Apt
DOI: 10.52711/0974-360X.2025.00233





