Terapi topikal yang umum digunakan untuk ulkus traumatik adalah obat kumur saline, obat kumur antiseptik seperti klorheksidin gluconate 0,2%, obat kumur anti-inflamasi non-steroid seperti benzydamine hidroklorida 0,15%, atau steroid seperti hidrokortison natrium sukkinat dalam bentuk patch buccal mucoadhesive. Semua bahan ini tidak mampu mempengaruhi jalur penyembuhan ulkus traumatik, terutama pada diabetes mellitus. Pilihan lain untuk terapi adalah menggunakan bahan autologous seperti plasma kaya trombosit (PRP). Bahan ini dianggap dapat merangsang jalur penyembuhan intrinsik. PRP mengandung banyak faktor pertumbuhan yang sangat penting untuk penyembuhan luka. Faktor-faktor pertumbuhan ini mendorong migrasi sel, proliferasi, dan diferensiasi, yang sangat penting untuk penyembuhan luka. Setelah diaktifkan di area luka, trombosit akan melepaskan faktor-faktor pertumbuhan untuk mengatur migrasi sel, proliferasi, dan deposisi matriks serta mengurangi risiko infeksi dari luka, meningkatkan kualitas penyembuhan dan perbaikan jaringan.
Selama proses penyembuhan, tumor growth factor 尾1 (TGF-尾1) adalah faktor pertumbuhan utama untuk re-epitelialisasi, angiogenesis, dan proliferasi fibroblas. Sebaliknya, matriks metalloproteinase 9 (MMP-9) diperlukan untuk menyeimbangkan proliferasi fibroblas dan deposisi kolagen guna mencegah fibrosis.
Diabetes mellitus mengakibatkan keterlambatan penyembuhan akibat pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) yang meningkat karena hiperglikemia. Proses pengikatan AGE pada reseptor AGE (RAGE) meningkatkan spesies oksigen reaktif (ROS). Peningkatan ROS yang berlebihan melebihi kapasitas antioksidan, menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif memicu aktivasi faktor nuklir kappa B (NF-kB), yang diikuti oleh peningkatan produksi sitokin proinflamasi seperti faktor nekrosis tumor 伪 (TNF-伪), interleukin 1尾 (IL-1尾), interleukin 6 (IL-6), dan MMP-9. Semua sitokin ini menggeser polarisasi makrofag ke tipe M1. Ketidakseimbangan rasio M1/M2 mengakibatkan fase inflamasi yang berkepanjangan sehingga ulkus menjadi kronis dan proses penyembuhan tertunda.
Persiapan PRP tersedia dalam bentuk suntikan, bubuk, dan gel. Beberapa studi menunjukkan bahwa suntikan PRP pada ulkus oral yang tidak sembuh mencapai epitelialisasi lengkap setelah 8 minggu. Dalam kasus ulkus oral yang disebabkan oleh pemfigus vulgaris oral, proses penyembuhan memakan waktu antara 8 minggu hingga 24 bulan. Karena kurangnya informasi tentang efek PRP terhadap penyembuhan ulkus traumatik, terutama pada diabetes mellitus, penelitian ini menganalisis pengaruh PRP terhadap ekspresi TGF-尾1 dan MMP-9 dalam ulkus traumatik dan menganggapnya sebagai bahan yang baik untuk terapi ulkus traumatik.
Setelah pemberian PRP topikal, perbaikan terlihat hingga hari ke-7 ketika ulkus sembuh secara maksimal, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang terdiri dari ulkus traumatik. Pemberian PRP topikal menyediakan lingkungan yang kaya akan faktor pertumbuhan dan sitokin yang dapat merangsang dan memulai proses penyembuhan, termasuk faktor pertumbuhan derivat trombosit (PDGF) dari trombosit, faktor pertumbuhan transformasi-尾 (TGF-尾), faktor pertumbuhan sel epitel (ECGF), faktor pertumbuhan mirip insulin (IGF), dan faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). Faktor-faktor pertumbuhan ini akan merangsang makrofag untuk beralih ke tipe M2, yang menyebabkan proliferasi fibroblas dan sintesis kolagen.
PRP mengandung 50 hingga 80% protein granula alfa (protein adhesif), salah satunya adalah TGF-尾1. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kadar TGF-尾1, yang sejalan dengan studi dari Boakye et al. Selain mengandung TGF-尾, PRP juga meningkatkan ekspresi TGF-尾. PRP mengaktifkan trombosit baru ketika berinteraksi dengan aktivator jaringan (kalsium, kolagen) dan melepaskan berbagai protein bioaktif yang mencakup faktor-faktor pertumbuhan, salah satunya adalah TGF-尾1. Trombosit mengandung 95% TGF-尾1 dari total trombosit. Pemberian PRP meningkatkan jumlah TGF-尾1 dalam sel makrofag, yang pada gilirannya mentranskripsikan NF-kB dalam nukleus sel makrofag, mengurangi produksi sitokin proinflamasi seperti TNF-伪, IL-1尾, IL-6, dan MMP-9. TGF-尾1 dalam penyembuhan luka tidak hanya mengatur epitelialisasi tetapi juga inflamasi, angiogenesis, dan pembentukan jaringan granulasi. TGF-尾1 terbukti memainkan peran penting dalam semua fase penyembuhan luka dengan mengatur fungsi keratinosit, fibroblas, sel endotel, monosit, dan tipe sel lainnya.
Penulis: Desiana Radithia
Link:





