UNAIR NEWS menggelar talkshow melalui siarang langsung Stasiun Radio Suara Muslim TV pada Jumat (5/1/2024). Acara tersebut berlangsung secara daring melalui kanal Youtube suara muslim tv. Kegiatan itu mengusung tema Geoekonomi. Kegiatan itu merupakan pagelaran awal tahun Mozaik.
Pada kesempatan tersebut, Prof Badri Munir Sukoco SE MBA Ph D selaku Direktur Sekolah Pascasarjana hadir sebagai pembicara. Ia berpendapat bahwa kondisi perekonomian pada tahun ini telah tersampaikan oleh Presiden RI yakni sungguh optimis namun tetap waspada.
淪eperti yang telah disampaikan oleh bapak Presiden RI, dinamika geopolitik yang terjadi pada dunia saat ini mempengaruhi perekonomian Indonesia. Kita tidak dapat memprediksi adanya peperangan antar negara seperti di Ukraina dan Rusia, ujarnya.
淧ada akhirnya, setiap negara akan mengerahkan kekuatannya untuk mencapai tujuan masing-masing. Saya sederhanakan tujuan tersebut menjadi tiga yaitu membuat masyarakat sejahtera, menguatkan pertahanan negara, dan memperoleh pengakuan akan kekuasaan negara tersebut oleh negara lain. Hal ini akan menjadi perbincangan serius, tambahnya.
Tren Baru Multilateralisme
Selanjutnya, Prof Badri mengungkapkan adanya tren baru multilateralisme yang dilakukan antara lebih dari dua negara. Sebagian besar hal itu merupakan elemen pasca perang dunia II dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
淜etika masa pandemi Covid-19 usai, setiap pimpinan negara tidak yakin dapat mengandalkan globalisasi seperti dulu. Aliran barang, jasa, ketahanan ekonomi dan kesehatan masing-masing negara sedikit dihiraukan. Hal ini terjadi ketika setiap negara lebih mengedepankan kepentingan nasional, jelasnya.
淜etika beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang, Eropa sedang mengalami penurunan ekonomi, maka mereka akan mengandalkan negara lain yang memiliki penduduk besar dengan middle-income class yang tinggi untuk menjadi pasar dari penjualan produk negara tertentu. Indonesia berperan menjadi pasar tersebut, tuturnya.
Pemilihan Industri
Lebih lanjut, Ia mengatakan dalam perbincangan terkait perekonomian Indonesia tentu akan berkaitan pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2045. Dalam rencana tersebut, terdapat misi mengenai PDB per kapita Indonesia akan setara dengan negara maju.
淏erbicara terkait geoekonomi Indonesia tentu berkaitan dengan RPJPN 2045. Dalam rencana itu berisikan sebuah misi. Dalam misi tersebut, nantinya Produk Domestik Bruto per kapita Indonesia akan setara dengan negara maju yakni 30.300 dollar, yang mana saat ini masih sekitar 4.900, tutur Direktur Sekolah Pascasarjana itu.
Pada akhir, ia menuturkan bahwa dalam 22 tahun ke depan, Indonesia harus mencapai target tersebut. Artinya, PDB per kapita tersebut harus meningkat 87%. Dalam hal ini, perlu adanya sektor-sektor Industri yang tumbuh di atas sepuluh persen.
Penulis: Christopher Hendrawan
Editor: Nuri Hermawan





