n

51动漫

51动漫 Official Website

Pemerintah dan Mahasiswa Suarakan Kebinekaan Melalui Seminar Nasional di FEB

kebinekaan
Suasana seminar kebinekaan yang digagas oleh BEM FEB UNAIR, Senin (3/4). (Foto: Akhmad Janni)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51动漫 bekerjasama dengan GAGAS Nusantara menggelar seminar nasional bertajuk Toleransi Umat Beragama Dalam Cita-cita Kebinekaan dan Keutuhan NKRI, Senin (3/4). Acara yang dihelat di Aula Fadjar Notonagoro itu dihadiri sekitar 400 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan umum.

Seminar itu menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Wali Kota Surabaya Dr. (H.C) Ir. Tri Rismaharini, M.T, Wakil Rektor III UNAIR Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D., Ketua PCNU Kota Surabaya Dr. Ach. Muhibbin Zuhri, Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. M. Iqbal, S.I.K., M.H., Ketua PGIW Jatim Greja Genta Kasih Indonesia Pdt.Simon Filantropi, dan Ketua Banser Jatim Gus Abid Umar Fahriq.

Dekan FEB Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak dalam sambutannya mengajak peserta seminar untuk tidak melupakan sejarah perjuangan panjang bangsa Indonesia.

淜ebinekaan Indonesia adalah keajaiban dunia. Maka dari itu kita juga harus merawatnya agar tetap terjaga dan utuh, ungkap Prof Dian.

Prof. Amin sebagai keynote speech pertama menyampaikan tentang toleransi beragama yang sudah diterapkan sejak jaman Rasullullah.

淭oleransi beragama ini ketika jaman Rasullullah sudah disematkan di Piagam Madinah. Munculnya perpecahan kebinekaan dikarenakan adanya ketidakadilan oleh seorang pemimpin. Pemimpin di sini yakni kita semua warga negara Indonesia, imbuhnya.

Selaku keynote speech kedua, Risma menyampaikan bahwa mestinya perbedaan tidak menyebabkan munculnya perpecahan. Sebab, bangsa ini disatukan justru oleh beragam berbedaan.

淭uhan menciptakan semua ciptaan-Nya berbeda. Namun justru itulah keindahannya. Kita bangsa yang luar biasa. Karena itu jangan jadi individu atau kelompok yang seolah-olah paling benar karena akan menimbulkan perpecahan, ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Risma mengajak seluruh peserta untuk tidak mengungkit dan memperdebatkan masalah perbedaan. 淛angan ngomong perbedaan, tetapi ngomong persamaan biar bisa bertemu, tandas Risma.

Wakil Ketua BEM FEB R. Dimas Bagas Herlambang menjelaskan, gagasan adanya seminar ini disebabkan oleh munculnya gerakan-gerakan yang menodai kebinekaan Indonesia.

淎tas dasar munculnya gerakan-gerakan yang menodai kebinekaan Indonesia, kami sebagai agent of change harus membuka mata tentang kondisi saat ini, ujarnya. (*)

Penulis : Akhmad Janni

Editor : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT