51

51 Official Website

Suatu Tinjauan Literatur Sistematis atas Kapasitas Kebijakan Negara-Negara Asia Semasa Pandemi

Foto Suara com

Pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir telah menjadi penguji bagi kapasitas kebijakan kesehatan berbagai institusi-institusi tata kelola pemerintahan berbagai negara. Terlihat ada negara yang menyelenggarakan penanganan krisis kesehatan ini dengan baik, namun terdapat pula yang tidak. Tentu, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai mengapa terdapat negara-negara yang tangguh, namun juga terdapat yang rapuh, dalam menghadapi bencana kesehatan  masyarakat ini. Pertanyaan ini menginspirasi makalah ini untuk melakukan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) atas kapasitas kebijakan di berbagai negara dalam penanganan Covid-19.

Secara khusus, makalah ini memfokuskan pada kapasitas kebijakan negara-negara Asia. Terdapat dua alasan mengapa lokalitas studi pada makalah ini berada di Asia. Pertama, dari segi mode pemerintahan, negara-negara di Asia secara unik memiliki peradaban administratif dan gaya kebijakannya tersendiri. Mode pemerintahan di negara-negara Asia merupakan kombinasi dari tradisi lokal dan impor Barat, cenderung negara-sentris dan probirokrat, cenderung mengakomodasi nilai-nilai spiritual, moral, dan kultrual. Dalam hal kapasitas kebijakan, negara-negara Asia nyaman dalam mengerjakan fungsi-fungsi politis dan operasional ketimbang analitis. Kedua, secara umum dan praktis negara-negara Asia cendering lebih baik dalam menangani Covid-19 dibandingkan negara-negara Barat. Negara-negara Asia cenderung proaktif ketimbang reaktif, sehingga menghasilkan respons yang cepa atas pandemik Covid-19. Berdasar pada dua alasan ini, studi secara khusus atas kapasitas kebijakan kesehatan negara-negara Asia menjadi penting untuk dilakukan.

Mengikuti pemikiran Wu, Ramesh, dan Howlett, terdapat tiga kapasitas kebijakan yang disoroti dalam makalah ini, yakni kapasitas analitis (analytical capacity), kapasitas operasional (operational capacity), dan kapasitas politis (political capacity). Dengan menggunakan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review), makalah ini berusaha untuk melakukan sintesis naratif atas literatur yang berkaitan dengan kapasitas kebijakan kesehatan selama pandemi di Asia sejak Januari hingga Oktober 2020. Dari pencarian pada empat basis data secara daring, ditemukan 2.541 literatur terkait. Namun demikian, setelah melalui proses penyaringan dan penilaian atas literatur tersebut, hanya 30 literatur yang digunakan untuk kemudian di analisis.

Secara umum, studi menemukan bahwa literatur-literatur yang dianalisis berfokus pada kapasitas operasional (21 literatur). Sementara, sisanya pada kapasitas politis (14 literatur) dan kapasitas analitis (7 literatur). Mengenai kapasitas operasional, terdapat empat tema utama, yakni kesiapan dan respon cepat pemerintah, keterbukaan informasi, kebijakan kesehatan masyarakat yang efektif, dan intervensi nonfarmasi yang efektif. Mengenai kapasitas politis, terdapat lima tema: kepercayaan dan legitimasi politik, komunikasi politik, kepemimpinan politik, produksi bersama, kerjasama warga negara dan kapasitas masyarakat. Sementara itu, terdapat empat tema utama mengenai kapasitas analitis, yaitu pengetahuan dan kesadaran masyarakat, belajar dari masa lalu, komitmen terhadap kebijakan, dan teknologi berbasis bukti digunakan dalam penciptaan pengetahuan. Sebagian besar studi terkait langsung dengan kapasitas operasional, sementara hanya sedikit studi tentang kapasitas analitis. Penjelasan yang mungkin untuk fenomena ini adalah fitur unik dari tata kelola pemerintahan Asia yang lebih nyaman dengan tugas politis dan operasional daripada tugas analitis.

Makalah ini menemukan masih adanya dilema mengenai implementasi dan implikasi dari kapasitas kebijakan tertentu. Misalnya, penggunaan teknologi versus privasi individu, paradoks kepercayaan dan legitimasi, atau sentralisasi versus desentralisasi dalam manajemen krisis. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang aspek dilematis dalam kapasitas kebijakan seperti yang disebutkan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk menyelidiki khususnya tentang peran kapasitas analitis untuk memerangi krisis kesehatan masyarakat dalam sistem pemerintahan Asia karena topik tersebut masih kurang terwakili dalam literatur.

Makalah ini juga menyadari bahwa pandemi juga mencerminkan kekokohan beberapa praktik pemerintahan di beberapa negara Asia yang dapat digunakan sebagai bekal bagi menghadapi krisis kesehatan masyarakat selanjutnya. Pertama, negara-negara Asia belajar dari masa lalu, sehingga momen refleksi dan evaluasi institusi dan praktik tata kelola adalah suatu keharusan. Tindakan tersebut diharapkan dapat menghasilkan rencana masa depan yang dapat ditindaklanjuti pascapandemi melalui pelembagaan kelompok penasihat dan legalisasi terkait krisis kesehatan masyarakat. Kedua, karena praktik di masyarakat memainkan peran penting untuk memerangi krisis di banyak negara Asia, pemerintah harus terlibat dalam program pengembangan kapasitas masyarakat untuk membangun masyarakat yang mampu melalui promosi kesehatan yang konstan dan penyediaan infrastruktur sosial. Pendekatan pertama adalah deduktif (atas-bawah), sedangkan yang terakhir adalah induktif (bawah-atas). Keseimbangan keduanya saling melengkapi untuk mengisi kesenjangan dari masing-masing pendekatan. Akhirnya, pandemi telah membongkar sistem, institusi, dan praktik tata kelola yang ada, mengungkapkan kapasitas kebijakan dan tata kelola. Namun, ia juga telah menggambarkan sistem sosial dalam suatu masyarakat secara keseluruhan. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut diharapkan dapat menjadi persiapan untuk perang kesehatan masyarakat berikutnya.

Penulis: Antun Mardiyanta, Calvin Nathan Wijaya

Link Jurnal:

AKSES CEPAT