Artemia yang lebih dikenal dengan nama brine shrimp, merupakan salah satu pakan alami atau pakan hidup (live feed) sangat penting bagi kehidupana ikan dan/atau udang yang dibudidayakan. Salah satu jenis Artemia yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi larva ikan dan/atau udang adalah Artemia franciscana dan bentuk naupli, sedangkan Artemia dewasa juga dapat digunakan untuk mempercepat kematangan gonad pada induk ikan dan/atau udang.
Kendala utama yang dihadapi hingga saat ini, termasuk di Indonesia adalah bahwa pasokan Artemia sangat bergantung pada impor dari luar negeri, seperti Belgia, Kolombia atau Amerika Serikat dan umumnya dalam bentuk kista. Akibatnya, harga kista Artemia sangat mahal dan tidak mudah untuk didapatkan. Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan dan ketersediaan kista pakan alami ini adalah melalui budidayanya untuk produksi indukan dan naupli. Beberapa penelitian telah berhasil mengembangkan budidaya Artemia, baik produksi indukan maupun menghasilkan nauplinya.
Tantangan utama adalah penggunaan mikroalga sebagai pakan alami atau pakan hidup untuk pemenuhan nutrisi bagi perkembangan dan pertumbuhan serta reproduksi Artemia. Penggunaan mikroalga selain mahal untuk kultur atau budidayanya, juga merupakan pekerjaan yang cukup melelahkan. Oleh karena itu, solusi alternatif yang dapat diaplikasikan adalah pengembangan pakan buatan yang diformulasikan untuk budidaya Artemia secara massal. Penelitian ini cukup menjanjikan di masa mendatang dalam pengembangan budidaya pakan alami secara massal, khususnya Artemia. Selain produksi induk, juga dapat memproduksi naupli (kista) Artemia melalui percepatan siklus reproduksinya.
Pada penelitian ini, kami mencoba membandingkan pemberian pakan alami (mikroalga) terbaik umumnya pada budidaya Artemia, yaitu Tetraselmis chuii dengan pakan formulasi. Mikroalga ini memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi dan sangat baik sebagai pakan alami Artemia, baik kandungan protein, karbohidrat, maupun lemak, Kandungan nutrisi mikroalga ini yang digunakan sebagai ide dasar mengembangkan pakan formulasi dalam kultur Artemia. Harapannya, kandungan nutrisi yang sebanding, tetapi harganya dapat lebih terjangkau, dan akses yang lebih mudah. Di masa mendatang diharapkan pakan formulasi ini dapat digunakan sebagai alternatif yang baik untuk budidaya Artemia.
Penelitian ini membandingkan pemberian pakan alami T. chuii masing-masing persentase 100, 75, 50, dan 25% dengan kombinasi penambahan pakan formulasi masing-masing 25, 50, 75, dan 100% Masing-masing kombinasi perlakuan diberikan pada naupli A. franciscana. Parameter yang diamati adalah performa pertumbuhan dari naupli, baik panjang maupun bobot naupli, matang gonad dan fekunditas induk Artemia, produksi naupli dari indukan Artemia, dan kelangsungan hidupnya.
Pemberian pakan mikroalga (T. chuii) tunggal (100%) sebagai pakan alami utama untuk kehidupan Artemia memberikan dampak pertumbuhan (mutrak maupun spesifik) sangat tinggi, baik pertumbuhan panjang maupun bobot biomassanya. Akan tetapi, aplikasi penambahan 50% pakan formulasi (kombinasi pakan alami T. chuii : pakan formulasi = 50 : 50) menunjukkan tidak ada perbedaan nyata dengan pemebrian pakan alami mikroalga tunggal (100%). Hal ini menunjukkan bahwa penambahan pakan formulasi dapat berpengaruh positif bagi performa pertumbuhan naupli Artemia yang dibudidayakan.
Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa mikroalga (T. chuii) merupakan pakan alami atau pakan hidup yang sesuai dan sangat disukai oleh Artemia untuk kehidupan dan pertumbuhannya, termasuk juga bagi kematangan gonad dan peningkatan fekunditas induk Artemia serta produksi naupli. Hal ini dibuktikan berdasarkan perlakuan pemberian pakan mikroalga memilki fekunditas dan produksi naupli cukup tinggi, masing-masing sekitar 35 telur per induk dan 27 naupli per induk. Berdasarkan hasil studi, penambahan kombinasi pakan formulasi juga memberikan pengaruh positif bagi kematangan gonad dan fekunditas induk Artemia, termasuk jumlah produksi naupli per induk. Penambahan pakan formulasi 25 dan 50% tidak menunjukkan perbedaan nyata pada fekunditas dan produksi naupli Artemia.
Berdasarkan pengamatan kelangsungan hidup A. franciscana, perlakuan kombinasi pakan bagi Artemia tidak memberikan pengaruh yang berbeda, rerata di atas 90%. Hal ini membuktikan bahwa penambahan pakan formulasi tidak berdampak negatif bagi kehidupan Artemia, baik induk maupun naupli, meskipun secara langsung dapat mempengaruhi kandungan amonia (NH3) dalam media air budidaya Artemia apabila proses pengelolaan kualitas air (khususnya sifon) kurang terkontrol dengan baik.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa substitusi pakan formulasi sebesar 50% memberikan dampak positif sebagai pakan alternatif pada budidaya Artemia, khususnya performa pertumbuhan dan reproduksi serta kelangsungan hidup Artemia. Di masa mendatang, pengembangan pakan buatan komersial dapat dipertimbangkan sebagai pakan alternatif dalam pengembangan produksi pakan alami (Artemia) secara massal, sehingga ketergantungan terhadap impor kista Artemia dapat diminimalisasi.
Penulis: Akhmad Taufiq Mukti (Prof. Dr.)
Referensi:
Amin M*, Hasanah MD, Mukti AT, Alamsjah MA, Wisudyawati D, Musdalifah L. 2025. The effects of formulated diet inclusion on growth and reproductive performances of Artemia franciscana. Aquaculture Studies, 25(1), AQUAST1995.





