UNAIR NEWS Berhasil mengatasi persaingan dari 500 peserta night-run yang dilaksanakan BEM Fakultas Kedokteran (BEM FK) 51, pelajar bernama Robby Dwi K, peserta nomor 032, pemuda asal Mayangan, Kabupaten Probolinggo tampil sebagai juara I.
Sementara itu rekannya, Ririk Satrio (Nomor 033), pelajar asal Jl. Basuki Rahmat, Gang Masjid Baiturrohman, Kelurahan Mangunharjo, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo, menyusul sebagai yang terbaik kedua (juara II) dalam lomba lari AǰDz: Frightmare Run yang dihelat Sabtu (24/3) malam. Lomba lari malam ini sebagai pembuka Dekan Cup 2018 di lingkungan FK UNAIR.
Dalam lomba lari menempuh rute 6 kilometer itu, tempat III direbut oleh anggota TNI-AL, Pratu Mar. Riwan Maryesno Dondo (peserta nomor 166). Laki-laki asal Desa Sawidago, Kec. Pomana Utara, Kab. Poso, Sulawesi Tengah ini juga sebagai anggota Kompi Jaguar Yon Infanteri 5 Marinir Surabaya. Sedangkan Mochammad Ridwan Fajar (nomor 031), siswa kelas-12 MA Assulthon, Kota Probolinggo, meraih sebagai Juara IV.
Saya bersyukur mendapat juara II ini. Rasanya senang dan bahagia, meski pun tidak juara I tetap saya syukuri, kata Ririk Satrio. Kepada unair.news ia juga mengaku sering ikut lomba lari malam seperti ini.

Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., SpU.(K), sambil mengelap karingat seusai masuk di garis finish di kampusnya, mengucapkan syukur bahwa pelaksanaan lomba lari malam yang ketiga kalinya ini merengkuh sukses. Tolok ukurnya lancar dan relatif tak ada kendala dalam teknis pelaksanaannya. Pelaksana lomba lari ini dipandegani mahasiswa FK angkatan 2016-2017.
Di samping Prof. Soetojo, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Rudi Setiawan sambil mengusir rasa dahaganya dengan air putih setelah memasuki garis finish, juga menyatakan rasa syukurnya. Lancar, keren, badan jadi sehat, katanya sambil melayani foto bersama para mahasiswa peserta lari. Tak ayal, Kapolrestabes dan Pak Dekan pun didaulat untuk foto bersama secara bergantian.
Sabtu malam Minggu tanggal 24 Maret itu, suasana halaman kampus FK UNAIR menjadi semarak. Selain panggung besar yang didirikan untuk kemeriahan dengan sajian beragam kesenian, juga dikelilingi tenda-tenda Night Market yang menawarkan beragam menu kuliner dalam food festival.
Ketua BEM FK UNAIR, Prima Ardiansyah, melaporkan, kegiatan Dekan Cup ini dilaksanakan selain aktivitas yang bernuansa ilmiah berkelas internasional, yaitu Medspin, juga aktivitas bakti sosial di masyarakat.
Sebagai mahasiswa FK harus buktikan bahwa kita tidak hanya belajar, tetapi juga bisa berorganisasi, bermasyarakat, berkesenian, dan kali ini berolahraga, kata Prima.

Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo menjelaskan, kegiatan Dekan Cup, dan pengorganisasian lomba lari malam ini sebagai bagian dari misi pembelajaran menuju kemandirian, inovasi, dan unggul. Apalagi sebagai mahasiswa calon-calon pelaksana bidang kesehatan, maka dituntut untuk siap menerima tugas itu.
Nah, untuk menjadi siap maka fisik harus sehat. Bagaimana untuk menjadi sehat? Salah satunya dengan berolahraga. Dan dipilih olahraga lari karena ini olahraga yang paling murah. Jadi diharapkan nanti menjadi sehat dan juga cerdas, kata Prof. Soetojo, Guru Besar Ilmu Urologi FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo ini.
Dekan FK bersama Kapolrestabes menandai kegiatan Night Run ini dengan bersama-sama menyulut obor bertuliskan Dekan Cup 2018. Setelah itu memotong pita start. Peserta pun semburat berebut berlari dari kampus A (FK) menuju Jl. Karangmenjangan Kampus B (Jl. Airlangga) Grand City Balai Kota kembali ke kampus A Jl. Prof. Dr. Moestopo (kampus FK). Di perjalanan rute tersebut, puluhan zombie berhambur menggoda para pelari. Namun rupanya tidak ada pelari yang nggubris dan takut, sehingga berlari terus hingga finish. (*)
Penulis : Bambang Bes





