NEWS UNAIR Berbagi ilmu dan buku adalah cara Prof. Sunarto Reksoprawiro, dr., FINACS., lakukan agar ilmu yang dirinya ajarkan kepada anak didiknya senantiasa melekat dalam ingatan. Guru Besar Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, 51动漫, Divisi Bedah Kepala Leher RSUD Dr. Soetomo-FK UNAIR itu membagikan ratusan buku panduan diagnosis kasus bedah kepala leher kepada puluhan mahasiswanya. Kegiatan bagi-bagi handbook tersebut dijalaninya sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini.
Berjudul Bedah Kepala dan Leher Diagnostik Fisik, buku setebal 94 halaman itu berisi gambar-gambar penderita bedah kepala leher dengan berbagai diagnosis klinis. Termasuk, di dalamnya, terdapat penjelasan dari kelainan yang tampak.
Di buku tersebut, ada puluhan kasus umum bedah kepala leher yang sering ditangani di RSUD Dr. Soetomo. Misalnya, penyakit tiroid, cidera tulang wajah dan belakang, kelainan bawaan pada anak, infeksi, serta neoplasma.
Diagnosis klinis merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam penanganan pasien. Salah mendiagnosis berdampak pada proses terapi dan pengobatannya. Itulah sebabnya Sunarto menganggap penting bahwa para calon dokter itu musti belajar menguasai cara mendiagnosis secara tepat dan benar. Salah satunya dengan mempelajari kondisi fisik kelainan yang dialami penderita.
滿enegakkan diagnosis akhir suatu penyakit umumnya diawali dengan menentukan diagnosis klinisnya. Jika hanya mengandalkan hasil pemeriksaan penunjang tanpa mengetahui diagnosis klinis yang benar, ini akan memengaruhi tahap terapi, ungkapnya.
Di dalam buku itu, tersaji secara jelas gambar-gambar pasien Dr. Soetomo disertai dengan penjelasannya. Jadi, mahasiswa bisa belajar mendiagnosis.
漇alah satu kompetensi yang harus dimiliki dokter umum adalah kemampuan mendiagnosis. jika langkahnya tepat, proses merujuk ke dokter spesialis juga akan tepat karena sesuai dengan penyakit yang diderita, tuturnya.
Beberapa penyakit bedah kepala leher umumnya berada di lokasi tertentu. Dengan mengetahui lokasi serta konsistensi dari benjolannya melalui pemeriksaan, membuat diagnosis klinis akan mudah.
Pria asal Bojonegoro tersebut mengungkapkan, di antara jumlah kasus bedah kepala leher di RSUD Dr. Soetomo, yang paling banyak adalah penyakit tiroid. Sementara kedua adalah patah tulang wajah dan belakang. Menyusul kelainan bawaan, infeksi, hingga kanker rongga mulut.
Buku yang dicetak full colour itu diberikan kepada mahasiswa dokter muda yang stase di Divisi Bedah Kepala Leher RSUD Dr. Soetomo-FK UNAIR. Ketika memasuki tahap pembelajaran menggunakan metode Problem Based Learning (PBL), secara berkelompok, mahasiswa mendiskusikan satu kasus yang diberikan dosennya.
滵i divisi bedah kepala leher, ada banyak kasus yang harus dipelajari. Karena itu, saya membekali mereka dengan buku ini supaya punya pegangan. Baik yang masih menempuh pendidikan maupun internship sehingga bisa menjadi referensi bagi yang sudah lulus, jelasnya.
Yang menarik, buku tersebut tidak sekadar kenang-kenangan untuk mahasiswanya. Sunarto berniat membagikan buku itu untuk membahagiakan orang tuanya. 漇emoga buku-buku ini menjadi amal jariah untuk orang tua saya, ucap pehobi traveling tersebut.
Dia berharap kehadiran buku itu dapat memudahkan para mahasiswa kedokteran dan peserta didik dokter spesialis bedah. Terutama dalam belajar menegakkan diagnosis klinis penderita kelainan bedah kepala leher secara benar dan tepat.
漇emoga motivasi belajar mahasiswa terus meningkat. Sebab, takutnya retensi daya ingat mereka akan berkurang. Dengan buku ini, setiap waktu bisa dibaca-baca lagi sehingga retensi ingatan mereka menjadi lebih kuat, pungkasnya.
Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha
Editor: Feri Fenoria





