51动漫

51动漫 Official Website

Summer School FIB Kenalkan Bahasa Indonesia ke Kancah Internasional

Penyampaian materi oleh Dr Abimardha Kurniawan SHum MA pada Summer School di ruang Chairil Anwar FIB UNAIR (Foto: Istimewa)
Penyampaian materi oleh Dr Abimardha Kurniawan SHum MA pada Summer School di ruang Chairil Anwar FIB UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR  NEWS Indonesia memiliki banyak budaya dan bahasa lokal yang tersebar di seluruh daerah. Kekayaan ini membuat Indonesia menjadi negara memiliki daya tarik besar khususnya bagi mahasiswa asing. Dalam rangka mengenalkan budaya lokal kepada mahasiswa asing, 51动漫 (UNAIR) mengadakan summer school pada Jumat (5/7/2024). 

Dalam kegiatan tersebut, hadir Dr Abimardha Kurniawan SHum MA sebagai pemateri. Ia menyampaikan bahwa budaya dan bahasa di Indonesia lebih banyak tersebar secara lisan. Hal tersebut terjadi juga karena masyarakat Indonesia yang memiliki budaya sosialisasi yang tinggi.

淢asyarakat indonesia lebih sering menyampaikan secara langsung daripada tertulis, sehingga banyak cerita yang tersebar dari mulut ke mulut, ungkapnya.

Aksara Indonesia memiliki berbagai macam jenis yang berbeda-beda tergantung asal daerahnya. Pemaknaan dalam bahasa sendiri juga tidak terpaut pada bahasa Indonesia. Hal tersebut membuat banyak makna yang terkandung di dalamnya.

淎ksara Indonesia tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia dalam penggunaannya. Mereka menggunakan berbagai bahasa mulai dari Aceh, Arabic, bahasa Sunda, dan lain-lain, jelasnya.

Menurut Abimardha, persebaran aksara lokal di Indonesia lebih banyak yang mengarah ke Indonesia bagian barat. Sebab, wilayahnya lebih dekat dengan wilayah timur tengah dan menjadi tempat pelabuhan dagang pada masa lampau.

淏anyak aksara yang tersebar di barat Indonesia sebab berdekatan dengan banyak negara di wilayah Timur Tengah, ujar Abimardha.

Menurut Abi dalam summer school tersebut, ada banyak bahan yang sering digunakan untuk membuat aksara, tetapi ia mengambil tiga contoh bahan yang biasa digunakan. Menurutnya kulit pohon, daun lontar, kertas Eropa sering digunakan sebagai media dalam pembuatan aksara.

淎da banyak jenis material untuk menulis aksara. Beberapa di antaranya merupakan kulit pohon, daun lontar, dan kertas Eropa, tuturnya.

Keberagaman bahan tulisan aksara itu sebab Indonesia memiliki hubungan dengan bangsa lain. 淎da tiga prediksi yang menjadi dasar dari aksara di Indonesia yakni abrahamik yang berasal dari India dan sering dikaitkan dengan persamaan aksara Sunda dan aksara Jawa, Arab, dan Romawi, ujarnya.

Penulis: Ahmad Hanif Musthafa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT