UNAIR NEWS Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) kembali menggelar summer school untuk yang ketiga kalinya. The 3rd Summer School on Comparative Regionalism pada kali ini bertajuk Regionalism and Crisis Management: A Multidisciplinary Approach.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi Sekolah Pascasarjana UNAIR dengan dua institusi luar negeri yaitu United Nations University Institute on Comparative Regional Integration Studies (UNU-CRIS) dan International School of Economics of Maqsut Narikbayev University (KAZGUU). Berlangsung selama enam hari, acara fokus pada diskusi untuk memahami mitigasi krisis dari perspektif multidisiplin.
Pembukaan summer school berlangsung pada Senin (5/6/2023) berlokasi di Airlangga Sharia and Entrepreneurship Education Center (ASEEC). Selain Indonesia, narasumber pada acara ini datang dari berbagai negara lain seperti Italia, Inggris, Belgia, Swiss, Belanda, Amerika Serikat, China, hingga Thailand.
Peserta yang ikut juga berasal dari berbagai negara, baik yang terhubung secara virtual atau mengikuti secara langsung di Surabaya. Mereka datang dari berbagai latar belakang seperti mahasiswa pascasarjana, peneliti, hingga praktisi dari berbagai bidang disiplin ilmu.

Para peserta tidak hanya berdiskusi di dalam ruangan saja tapi mereka akan melakukan aktivitas lain seperti mengunjungi pelestarian hutan bakau, mengelilingi Kota Surabaya, hingga mengunjungi Akademi Angkatan Laut dan diskusi bersama taruna di sana.
Berbagi Pandangan dan Ide
Ketua Airlangga Global Engagement (AGE), Iman Harymawan PhD mengatakan bahwa pada acara ini peserta tidak hanya disuguhkan mengenai perbedaan yang ada. 淒i sini para peserta bisa berdiskusi dan mencari mekanisme yang tepat untuk diterapkan dalam manajemen krisis, katanya.
Iman menuturkan bahwa acara ini merupakan forum ideal untuk saling berbagi pandangan serta ide. 淗arapannya, peserta bisa memecahkan permasalahan yang ada melalui pemahaman teoritis multidisiplin ilmu, tuturnya. Ia juga berharap bahwa seluruh peserta bisa membawa ilmu baru dan pengalaman yang tak terlupakan selama mengikuti acara.
Di sisi lain Prof Philippe de Lombaerde yang merupakan Direktur UNU-CRIS memberikan apresiasinya kepada UNAIR atas kerja sama yang telah dijalin. 淭anpa kerja keras dari UNAIR dan berbagai pihak yang mendukung, acara ini tidak akan terselenggara dengan baik. Saya ucapkan terima kasih dan kami mengapresiasi keramahan yang diberikan kepada kami, tutupnya. (*)
Penulis: Icha Nur Imami Puspita
Editor: Binti Q. Masruroh





