n

51

51 Official Website

Tabligh Akbar BEM FK UNAIR Angkat Tema Pemuda yang Dekat dengan Allah

tabligh akbar
SUASANA Tabligh Akbar anak-anak muda di FK UNAIR yang diselenggarakan BEM KM FK UNAIR untuk memakmurkan bulan Ramadhan. (Foto: Dok Panitia)

UNAIR NEWS – Bertepatan dengan 11 Ramadhan 1439 H atau Minggu (27/5), Assalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Fakultas Kedokteran 51 (FK UNAIR) melaksanakan serangkaian acara pagi dan sore. Pada pagi harinya dilaksanakan Tabligh Akbar dengan tema Pemuda yang Dekat dengan Allah, sedangkan pada sore harinya kegiatan BREGMA (Buka Bersama Generasi Muda dan Anak Yatim) 2018.

Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Grahabik-IPTEKDOK, di kampus A UNAIR Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moestopo 47 Surabaya. Keduanya merupakan satu rangkaian acara rutin BEM KM FK UNAIR yang diadakan setiap bulan Ramadhan.

Tema dalam Tabligh Akbar tahun 2018 ini merupakan salah satu wujud keinginan panitia untuk membangunkan kesadaran para pemuda di Indonesia, khususnya di Surabaya, bahwa sebagai seorang pemuda yang diberikan tenaga dan kesempatan lebih oleh Allah Azza wa Jalla, seharusnya malu jika jauh dari Allah, dan seharusnya selalu rindu untuk dekat dengan Allah, bukan malah menghabiskannya untuk hal yang sia-sia, bahkan membawa dampak buruk.

tabligh akbar
NARA sumber, Ustadz Bangun Samudera (kiri) dan Ustadz Aditya Abdurrahman. (Foto: Dok Panitia)

Tabligh Akbar yang diikuti seratusan lebih kaum muda di sekitar Surabaya, dimulai pukul 07.30 WIB. Diawali dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Ayub Zen Baraas dan sari tilawah oleh M. Abdurrahman Rasyid, keduanya mahasiswa Pendidikan Dokter FK UNAIR tahun 2017. Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Pertama kali laporan Imaniar Indraswara, selaku ketua pelaksana Tabligh Akbar, dilanjutkan Haidar Ali Rabbani sebagai Ketua Assalam, dan terakhir Prima Ardyansyah Surya, Ketua BEM KM FK UNAIR.

Dalam gelaran Tabligh Akbar tahun ini, panitia menghadirkan dua nara sumber, yaitu Ustadz Aditya Abdurrahman, pembina Punk Muslim, serta Ustadz Bangun Samudra, yang mantan seorang pastur dan juga lulusan S2 Vatican University. Keduanya membawakan kajian dengan tema Pemuda yang Dekat dengan Allah.

Ustadz Aditya Abdurrahman dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa ketika berhijrah, ingin mempelajari Islam, maka harus mempunyai guru. Ia menekankan agar selalu memperbaiki niat dalam berhijrah dan tidak mendengarkan orang-orang yang mengejek.

Sedangkan Ustadz Bangun Samudra juga bercerita bahwa jalan dalam berhijrah itu ada dua, jalan dzahir dan jalan bathin. Yang dimaksud jalan dzahir adalah jalan sesungguhnya, misalnya ketika mengunjungi kajian-kajian. Sedangkan jalan bathin adalah yang berhubungan dengan hati, yaitu tidak menyekutukan Allah.

Tujuan dari kedua jalan tersebut adalah bertemu Allah, tentunya di Surga-Nya, tandas Ustadz Bangun Samudra.

Tabligh Akbar ini terbuka untuk umum dan sama sekali tidak dipungut biaya. Masyarakat yang ingin menjadi pesertanya, sebelumnya sudah diberitakan bahwa harus melakukan registrasi melalui SMS atau WhatsAps (WA) dan juga Line ke CP (Contact Person) yang tertera pada poster yang sudah disebar di official account BREGMA (Line/Instagram).

Selain itu, panitia juga menyediakan form registrasi online untuk memudahkan masyarakat mengikuti kegiatan tabligh akbar ini. Kemudian panitia juga menyediakan registrasi di tempat bagi peserta yang ingin datang namun belum sempat melakukan registrasi sebelumnya. (*)

Penulis : Sie Humas BEM FK UNAIR.

Editor : Bambang Bes

AKSES CEPAT