UNAIR NEWS – Upaya pencapaian prestasi terus dilakukan oleh seluruh fakultas di UNAIR. Salah satu upaya pencapaian Fakultas Vokasi tahun 2022 ini yaitu meraih hibah dalam program nasional dari diploma ke sarjana terapan.
Hal tersebut disampaikan oleh Prof Dr Anwar Maruf drh MKes Dekan Fakultas Vokasi, Novianto Edi Suharno SST Par MSi Wakil Dekan III Fakultas Vokasi, dan jajaran dosen Fakultas Vokasi UNAIR saat jumpa pers pada Senin (20/09/2022).
Dalam konferensi pers itu, Prof Maruf mengatakan bahwa dari 19 prodi yang ada, sejumlah 10 prodi bertransformasi menjadi S1 terapan. Empat prodi di antaranya Kepariwisataan, Pengobat Tradisional, Perbankan Keuangan, dan Teknologi Rekayasa Instrumental berhasil mendapatkan program competitive fund bantuan pendanaan dari Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
淒engan adanya link and match, harapannya mahasiswa fakultas vokasi tidak hanya belajar ilmu di perkuliahan saja, tapi langsung diterapkan di dunia kerja industri, ungkap Prof Maruf.
Prof Maruf mengatakan, di tahun 2022 ini juga, Fakultas Vokasi UNAIR menjadi fakultas terbanyak penerima mahasiswa baru, yakni sejumlah 1.567 mahasiswa. Ia menambahkan, fakultas vokasi mengedepankan ilmu terapan, bukan ilmu akademik semata. 淪emua ini sejalan dengan program pemerintah yang SDM-nya siap bekerja, ucapnya.
Koordinator Program Studi Battra Maya Septriana SSi Apt MSi berharap, Prodi Pengobat Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi UNAIR menghasilkan lulusan yang mampu melakukan kompetensi dan nutrisi herbal, yang siap bekerja di rumah sakit dan griya sehat.
Sementara Koordinator Prodi Manajemen Perbankan Yossy Imam Candika SE MSM menyebut, di tahun yang sama prodi Manajemen Perbankan menerima pendanaan. Harapannya, sebelum lulus mahasiswa sudah mengantongi sertifikat kompetensi general banking untuk modal bekerja.
Sebagai informasi, dalam waktu dekat dua program magister yaitu Prodi Radiologi Pencitraan dan Prodi Kepariwisataan akan launching tahun ini.
淜ita sudah menelaah untuk dua program magister yaitu prodi Radiologi Pencitraan dari departemen Kesehatan. Karena memang tuntutan pasar dan dukungan dunia industri itu sudah ada perusahaan berskala internasional di Jepang, pengembangan alat-alat medis akan di-support oleh teman-teman Prodi Radiologi Pencitraan. Satu lagi, kita juga mendorong percepatan magister kepariwisataan untuk memajukan ekonomi di Jawa Timur di bidang kepariwisataan, ujar Wakil Dekan III Fakultas Vokasi UNAIR Novianto. (*)
Penulis: Mutiara Rachmi Karenina
Editor: Binti Q. Masruroh





