UNAIR NEWS – Takmir Masjid Nuruzzaman Kampus Dharmawangsa-B 51 (UNAIR) menggelar kajian rutin dengan tajuk Dari Masjid, Pemuda Bangkit. Fathurrahman Masrukan Lc MA MED yang merupakan ketua Ikadi Surabaya, pembina yayasan Dompet Quran Amanah, dan Dewan Syariah Ponpes SMIT Permata Surabaya mengisi kajian rutin Takmir Masjid Nuruzzaman yang terlaksana pada Rabu, (24/5/2023).
Fathurrahman menyinggung keaktifan anak muda di masjid. Menurutnya, saat ini banyak masjid yang dipimpin oleh pemimpin yang berusia di atas 50 tahun. Para ulama, jelasnya, mengatakan bahwa kematangan emosi spiritual pribadi seseorang berada pada usia 40 tahun.
Ketika manusia berumur 40 tahun, dia itu doanya karuniakanlah nikmat kepadaku, agar aku bisa bersyukur atas nikmat yang telah engkau berikan padaku. Tidak heran apabila jamaah masjid rata-rata berusia 40 tahun ke atas, ujar Fathurrahman.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dari masa usia balig, jelasnya, sudah memerintahkan untuk beribadah. Pada usia 15-40 tahun adalah masa-masa menuntut ilmu dan mencari identitas. Seorang tablig, jelasnya, mengatakan orang yang berusia 40 tahun tidak lagi mudah mematangkan ibadah dan mencari ilmu.
Ibaratnya, setelah usia di atas 40 tahun akan sulit untuk mengubah pelit menjadi dermawan. Kalau anak berusia 7 tahun sudah terbiasa oleh orang tua atau lingkungan tempat tinggalnya dengan masjid, maka saat berusia 40 tahun dia bisa menjadi pemimpin masjid, lanjutnya.
Upaya Memakmurkan Masjid
Selanjutnya, Fathurrahman menjelaskan bahwa yang menjadi topik pembahasan kali ini adalah bagaimana masjid mampu membangkitkan pemuda. Masjid dapat dibilang Makmur, jelasnya, apabila masjid tersebut memiliki banyak jamaah, terdapat pembinaan pada pemuda, dan terdengar bacaan-bacaan Quran.
Bahkan ada tablig yang mengelompokkan kegiatan masjid menjadi 31 jenis kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut seperti pengelolaan zakat, ramainya jamaah salat, zikir, dan termasuk dengan pengajian-pengajian seperti sekarang ini, tuturnya.
Ia menyampaikan bahwa pemuda adalah salah satu unsur terpenting dalam memakmurkan masjid. Namun saat ini, jelasnya, seakan-akan pemuda dengan sengaja jauh dengan masjid. Banyak sekali lingkungan islami yang lupa mengajarkan pemudanya untuk salat berjamaah di masjid.
Jadilah pemuda harapan masa depan yang Islami. Bertanggung jawab dalam kewajiban agama akan melahirkan pemimpin masa depan yang bertanggung jawab kepada apa yang ia pimpin. Jadilah pemuda-pemuda yang bisa diandalkan di masa depan. Karena ciri-ciri pemuda yang sukses adalah yang bisa menjaga salatnya, tegas Fathurrahman.
Pada akhir tausiahnya, Fathurrahman berpesan supaya pemuda Islam mau untuk memakmurkan masjid, meramaikan masjid, dan tidak menyia-nyiakan waktu. Maka hendaknya pemimpin masjid, jelasnya, memperbanyak membuat aktivitas yang mampu memanggil pemuda-pemuda untuk datang ke masjid.
Aktivitas-aktivitas tersebut seperti membuka kelas hafalan Quran atau kajian-kajian dengan tema yang berhubungan dengan kehidupan pemuda zaman sekarang, pungkasnya.
Penulis: Cahyaning Safitri
Editor: Nuri Hermawan
Baca Juga: DPKKA Gelar Webinar Bersama Ekrutes.ID dan Kalibr





