Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah proses perencanaan untuk persalinan normal dan mengantisipasi tindakan yang diperlukan jika terjadi keadaan darurat. P4K membantu memastikan bahwa ibu dapat mencapai perawatan persalinan terampil ketika persalinan dimulai dan mengurangi keterlambatan dalam mencari perawatan dan tiba di fasilitas perawatan kesehatan ketika ibu mengalami komplikasi obstetrik. Selain itu, fakta bahwa sebagian besar komplikasi kehamilan terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi sehingga P4K menjadi komponen penting dari keselamatan ibu.
P4K untuk mengurangi keterlambatan dalam mencari perawatan untuk keadaan darurat obstetrik telah terbukti berdampak positif pada hasil kelahiran, peningkatan kemungkinan mendapatkan perawatan jika terjadi penyakit pada bayi baru lahir, pemotongan tali pusat yang bersih, dan inisiasi menyusui pada jam pertama kehidupan. Prevalensi praktik P4K di negara berkembang masih rendah yang mempengaruhi dampak negatif terhadap ibu dan bayinya. Paparan P4K dikaitkan dengan pengurangan risiko kematian neonatal sebesar 18% dan pengurangan risiko kematian ibu sebesar 28%.
Pengetahuan dan praktik P4K ibu hamil yang lebih baik berdampak pada jumlah persalinan di fasilitas kesehatan lebih tinggi, dan pemeriksaan antenatal sebelum atau pada usia kehamilan 4 (empat) bulan semakin meningkat. Keterlibatan keluarga yang meliputi (1) interaksi dalam keluarga dan hubungan antar keluarga, (2) intervensi program pendidikan antenatal berorientasi keluarga dan (3) keterlibatan suami, berdampak pada peningkatan praktik P4K dan peningkatan hasil kelahiran yang lebih baik.
Peran perawat/bidan sebagai penyedia layanan juga memiliki hubungan positif dalam meningkatkan P4K. Masyarakat juga berperan dalam peningkatan pengetahuan dan praktik P4K. Intervensi Perubahan Perilaku, dan Pelatihan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat, dapat peningkatan proporsi ibu yang melakukan perawatan antenatal dan melahirkan di fasilitas kesehatan serta partisipasi dalam kegiatan P4K di komunitas, mendorong perilaku positif, hasil kehamilan yang lebih baik, dan meningkatkan pemanfaatan perawatan persalinan di fasilitas kesehatan.
Uraian diatas membuktikan peran penting dari tanggung jawab bersama dalam praktik P4K di negara berkembang. Bukti yang menggambarkan peran ibu hamil, suami atau anggota keluarga, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat yang dapat meningkatkan praktik P4K. Kajian yang lebih difokuskan pada evaluasi penerapan peran dalam praktik P4K, yang melibatkan semua pihak yaitu ibu hamil, suami, keluarga, penyedia layanan kesehatan dan masyarakat. Kebijakan, program, dan praktik P4K dapat difokuskan pada peningkatan tingkat pengetahuan dan praktik melalui pemberdayaan ibu hamil, suami, keluarga, penyedia layanan kesehatan, fasilitas kesehatan dan basis masyarakat.
Penulis : Mahmudah
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di
Irmayani, Mahmudah , Budi Prasetyo, Exploring the value of shared responsibility for improving birth preparedness and complications readiness practices : A literature review. , Vol. 28, No.10s (2024).
DOI: 10.29063/ajrh2024/v28i10s.31





