51动漫

51动漫 Official Website

Tantangan Antarkan Mahasiswa UNAIR Raih Kejuaraan Kompetisi Debat Internasional

Muhammad Ichsanul Aulia (kanan) dan Dinda Tamara Wedari (kiri) bersama para delegasi IIFO 2023. (Sumber: Muhammad Ichsanul Aulia)
Muhammad Ichsanul Aulia (kanan) dan Dinda Tamara Wedari (kiri) bersama para delegasi IIFO 2023. (Sumber: Muhammad Ichsanul Aulia)

UNAIR NEWS – Duo mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51动漫 () meraih Juara II Kompetisi Debat dalam Internasional Islamic Finance Olympiad (IIFO) 2023. Mereka adalah Muhammad Ichsanul Aulia dan Dinda Tamara Wedari sebagai delegasi yang dipilih oleh .

淒elegasi peserta dikirim untuk tiga cabang perlombaan yakni esai, debat dan juga olimpiade dengan mekanisme MIG atau Muamalat Interactive Games, jelas Aulia.

IIFO merupakan kegiatan kolaborasi dari lima kampus, yaitu Universitas Indonesia, 51动漫, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, KTO Karatay University, dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Kegiatan tersebut berlangsung selama sepuluh hari sejak Senin-Rabu (17-26/7/2023).

淏erlangsung di tiga kota berbeda yakni Surabaya di UNAIR, Jogja di dan Jakarta di , tambah Aulia.

Berawal dari Sebuah Tantangan

Aulia menjelaskan bahwa kompetisi multi kampus ini memiliki tantangan yang membuat Aulia terpacu mengikuti IIFO cabang perlombaan debat. Tantangan yang dia maksud adalah penggunaan bahasa Inggris dan topik mengenai keuangan Islam.

淪ebuah tantangan yang membuat saya terpacu untuk mendalami lebih dalam lagi kemampuan bahasa Inggris saya serta pemahaman mengenai keuangan Islam secara lebih kompleks, jelasnya.

Mahasiswa Ekonomi Islam itu bersaing secara tim dengan tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan T眉rkiye. Namun karena banyaknya mahasiswa yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa di USIM dan UMY, Aulia juga bersaing dengan dua negara lain.

Potret situasi saat kompetisi debat berlangsung. (Sumber: Muhammad Ichsanul Aulia)

淭erhitung ada warga negara lain seperti Somalia dan Bangladesh dan untuk kompetisi sendiri tentunya menggunakan bahasa Inggris, tambahnya.

Prosesi Perdebatan

Aulia bercerita bahwa terdapat dua ronde mosi debat dengan format british parliamentary. Mosi pertama adalah 渁pakah sistem keuangan Islam juga dapat menyebabkan inflasi atau ketidakstabilan ekonomi. Dalam mosi tersebut, mereka mendapatkan posisi sebagai oposisi penutup.

淭entunya bertugas untuk membuat audience dan pihak pro yakin akan seberapa konkritnya sistem keuangan Islam yang sudah ada, katanya.

Mosi kedua adalah 渁pakah mekanisme pembiayaan musyarakah lebih baik dari pada mudharabah dalam usaha pengembangan ekonomi nasional. Mosi tersebut membuat dia berperan sebagai pihak pro penutup.

淛adi kami tentunya meyakini akan seberapa efektifnya sistem musyarakah dalam usaha pembiayaan untuk menbangun ekonomi negeri, jelas mahasiswa Ekis itu.

Strategi Meraih Juara

Dalam meraih juara, Aulia bersama anggota tim melakukan riset untuk pro dan kontra terkait instrumen keuangan syariah karena mosi tidak akan jauh berbicara dari topik tersebut. Selain itu, mereka juga memberikan argumennya melalui fakta yang didukung dengan artikel ilmiah yang sebelumnya mereka baca bersama.

Aulia berharap agar kegiatan ini dapat terselenggara kembali di tahun depan. Menurutnya, IIFO memberikan materi dengan kemasan yang menarik melalui acara summer course selama sepuluh hari.

Selain itu, IIFO dapat menjadi ajang diskusi terkait implementasi keuangan Islam di mancanegara. Hal tersebut tentunya bermanfaat untuk menjadi bahan studi banding dan bahan ajar untuk semua pihak.

淪atu-satunya informasi tambahan yang saya ingin sampaikan, kalau break the limit itu ga cuman kata-kata manis dan harus dicoba di dalam kesempatan apapun yang sama-sama kita temui, tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachrizal Hamdani

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT