51动漫

51动漫 Official Website

Tantangan dan Kesulitan Dokter pada Saat Terjadinya Pandemi Covid-19

Adanya pandemi Covid-19 merupakan masalah besar yang menjadi gangguan pada seluruh aspek kehidupan baik perekonomian maupun  layananan kesehatan.

Dalam bidang kesehatan dampak dari adanya pendemi Covid-19 tersebut dapat menjadikan tantangan yang bersifat positif, tetapi juga mempunyai dampak negatif bagi para dokter.

Dampak positif dari gangguan layanan kesehatan (Covid-19)

Di bidang pelayanan kesehatan, kontak langsung antara dokter dan penderita yang terganggu menyebabkan berkembangnya penggunaan komputerisasi, serta alat-alat canggih lainnya yang bertujuan untuk membantu pelayanan pasien. Selain itu, telemedis menjadi lebih berkembang . Dengan demikian, layanan dibantu oleh sistem artificial intelgence mengalami perkembangan pesat .

Dampak negatif dari gangguan layanan kesehatan Selain dampak yang positif dan menguntungkan dari gangguan pada sektor layanan kesehatan, petugas kesehatan mengalami tantangan bahkan kesulitan. Kesulitan yang dihadapi oleh petugas kesehatan diklasifikasikan menjadi 2 aspek, faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain dari  pola pikir dokter itu sendiri tentang apakah gangguan layanan kesehatan  akan memberikan dorongan untuk bertahan atau menghadirkan kesulitan .Faktor eksternal bukan berasal dari dalam diri dokter melainkan dari tuntutan pekerjaan seperti pasien, tuntutan manajemen, tidak adanya dukungan dari manajemen, dan faktor pandemi COVID-19.  Stres kerja dan kelelahan dalam layanan kesehatan terutama selama pandemi COVID-19, merupakan tantangan dan kesulitan. Tantangan dan kesulitan ini terungkap dokter terhadap risiko atau bahkan terjadinya gangguan fisik dan psikis saat melakukan tugas mulia mereka sehingga terjadi Burnout.

Burnout ditandai dengan kelelahan emosional, kurangnya empati, dan rendahnya prestasi.

Dampak burnout

Kejadian burnout pada dokter di rumah sakit sangatlah luas dan menimbulkan dampak negatif merugikan dokter itu sendiri, pasien, dan organisasi. 

Gejala gejala dari Burnout dan bentuk lainnya stres psikologis adalah meliputi perasaan tidak bahagia, depresi, dan stres . Juga dapat berupa masalah fisik seperti gangguan tidur, sakit kepala tegang. Burnout juga membuat dokter mengalami ketidak nyamanan. Selain itu, di stadium lanjut, dikombinasikan dengan masalah tambahan lainnya, kelelahan yang parah dapat menimbulkan kerugian yang signifikan. Dalam banyak kasus, laporan mengenai tindakan dianggap sebagai malpraktek yang muncul di media massa dapat menyebabkan kelelahan tahap kedua.

Burnout berhubungan langsung dengan banyak aspek yang berhubungan dengan hal-hal yang tidak diinginkan oleh dokter, konsekuensinya termasuk ketidakpuasan pasien, rendahnya kualitas pelayanan, tingginya tingkat kesalahan medis, dan risiko malpraktik.

Melawan burnout:

Ketahanan (resiliensi) individu digambarkan sebagai kapasitas seseorang untuk mengelola stres dan kesulitan dalam segala hal tahapan dan bidang kehidupan dan akan bangkit kembali setelah kesulitan. Untuk mengidentifikasi ketahanan, dua kondisi yang diperlukan: adanya ancaman yang signifikan terhadap individu (status risiko tinggi) dan

kapasitas adaptif. Saat ini, istilah ketahanan telah banyak digunakan untuk menggambarkan kualitas elastis suatu zat, kapasitas adaptasi yang berhasil terhadap lingkungan yang berubah, dan sifat tahan banting, dan imunitas

Adanya gangguan di bidang pelayanan kesehatan tidak bisa dihindari, profesi medis bisa menjadi rentan untuk terjadinya burnout. Ketahanan (resiliensi) merupakan upaya memperkuat dokter dalam menghadapi tantangan dan kesulitan di era gangguan ini, khususnya dalam upaya menjaga profesionalisme.

Penulis: Usman Hadi

Article journal:

Sugiyatmi TA, Hadi U, Chalidyanto D, Pathak Y and Miftahussurur M. Challenges and adversities among doctors in the era of healthcare disruption: Reflection from COVID-19 pandemic. Narra J 2023; 3 (2): e134 –

http://doi.org/10.52225/narra.v3i2.134.

AKSES CEPAT