UNAIR NEWS – Kelompok teater Gapus Surabaya menggelar pentas drama di gedung ex Farmasi Kampus Dharmawangsa-B 51 (UNAIR). Pementasan tersebut berlangsung pada Sabtu, (17/6/2023) dengan mengadopsi naskah drama Dag-Dig-Dug karya Putu Wijaya.
Pementasan Laboratorium tahunan yang biasa disebut dengan istilah Pentas lab terselenggara bagi anggota baru mahasiswa angkatan 2022. Irfan Aditiya Nugraha mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia 2022 selaku sutradara menyebut slogan teater bikin pinter. Lebih lanjut, jelasnya, semua orang bisa pintar melalui teater.
Menurut Irfan pada wawancara alasan pemilihan Dag-Dig-Dug berdasarkan pada judul dan cerita yang berbeda dari naskah lainnya. Lebih lanjut, ia merasa naskah ini memiliki daya tarik tersendiri di zaman sekarang. Terlebih, menurutnya Putu Wijaya adalah salah satu penulis naskah drama terkemuka Indonesia.
“Dan mempertimbangkan jumlah SDM maka akhirnya saya memilih naskah drama Dag-Dig-Dug karya Putu Wijaya. Pada awalnya naskah ini bukanlah naskah yang mudah untuk dipahami banyak adegan yang meloncat-loncat dan tidak nyambung antara satu dengan yang lain. Tetapi dengan pembedahan dan perombakan naskah akhirnya kami bisa menyuguhkan naskah ini dengan implementasi dari kami sendiri,” ujar Irfan (18/6/2023).

Garapan Angkatan Baru
Irfan menyebutkan bahwa adegan yang hadir dalam pementasan tidak sepenuhnya sesuai dengan naskah. Lebih lanjut, tetapi tidak keluar dari konteks dan apa yang diinginkan oleh penulis. Bahkan, jelasnya, hal ini tidak lazim dilakukan oleh angkatan baru untuk mementaskan naskah berdurasi dua jam.
“Namun dengan usaha keras yang kami lakukan. Dengan hanya berlatih selama empat bulan kami sudah bisa mementaskan. Secara keseluruhan kami mampu membuktikan bahwa kami masih bisa menyukseskan pentas ini, meskipun masih banyak hal yang harus kami perbaiki,” tuturnya.
Irfan mengatakan bahwa, pementasan ini bertujuan untuk menjalankan proker dari teater Gapus Surabaya, yaitu Pentas Laboratorium. Lebih lanjut, pentas ini merupakan wadah percobaan bagi angkatan baru yang bergabung dalam teater Gapus. Ini menjadi tempat bagi anak angkatan baru untuk berlatih dan belajar dalam seni teater oleh karena itu kita memiliki slogan ‘teater bikin pinter’.
“Saya berharap gapus bisa mempertahankan eksistensinya dalam seni perteateran, karena Gapus sangat keren di mataku. Semoga gapus bisa menjadi wadah bagi orang yang sangat suka berteater, bermonolog, berpuisi dan lainnya dan menjadi tempat mereka mengembangkannya. Saya sangat senang dan bangga yang luar biasa bisa menjadi bagian dari Teater Gapus Surabaya,” tutupnya.
Penulis: Cahyaning Safitri
Editor: Nuri Hermawan





