UNAIR NEWS Sidang Terbuka 51动漫 yang dipimpin Rektor Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., Sabtu (10/12) kemarin mengukuhkan tiga Guru Besar (Gubes) baru UNAIR. Prosesi pengukuhan kemarin berlangsung di Aula Garuda Mukti, Gedung Pusat Manajemen 51动漫, Kampus C Jl. Dr. Ir. Soekarno, Mulyorejo, Surabaya.
Salah satu Gubes yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Moh. Yasin, M.Si., Guru Besar dalam bidang Ilmu Fisika Optik pada Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR. Dalam orasi ilmiah pada sidang pengukuhannya tersebut, Prof. Moh Yasin menyampaikan orasi berjudul 漃engembangan Teknologi Sensor Serat Optik dalam Menuju Kemandirian Bangsa.
Disampaikan oleh Prof. Moh Yasin, Fisika Optik merupakan cabang Ilmu Fisika yang mempelajari tentang pembangkitan radiasi elektromagnetik, sifat radiasi, dan interaksi cahaya dengan bahan. Interaksi cahaya dengan bahan ini dapat terjadi berdasarkan atas fenomena optis seperti pantulan, pembiasan, transmisi, dan hamburan. Sensor Serat Optik (SSO) yang merupakan bagian dari sensor optik adalah sensor yang menggunakan serat optik sebagai unsur pengindera perubahan fisis yang akan terjadi.
淛adi intinya, ada cahaya laser ditembakkan ke suatu media dan dipantulkan. Nah, pantulan itulah yang dimodifikasi, kata Guru Besar FST UNAIR ini dalam jumpa pers.
Kendati metode yang diungkapkan Prof. Yasin terbilang sederhana, namun banyak peralatan yang menggunakan metode serupa namun dengan harga yang mahal.
漇ebenarnya metodenya sangat sederhana, tapi ada sebuah produk yang harganya kalau nggak salah Rp 5 miliar, padahal metodenya juga sama, jelas Gubes yang pernah meraih penghargaan sebagai sivitas dengan Publikasi Terbanyak di UNAIR tahun 2015 ini.
Terkait metode yang telah dijelaskan, Prof. Yasin akan membuat sebuah prototype dengan piranti SSO. Prototype ini diharapkan dapat membantu bidang medis dan industri. Bahkan, ia berharap pada tahun 2020 nanti sudah berhasil membuat sistem SSO sebagai fundamental yang kuat dalam penguasaan teknologi SSO untuk aplikasi di bidang medis dan industri.
Menurut Prof. Yasin, teknologi SSO ini memiliki beragam keunggulan, baik bidang medis maupun industri. Dalam bidang industri, SSO dapat dimanfaatkan untuk banyak aplikasi seperti suhu, getaran, tekanan, regangan, arus listrik dan lainnya.
淪alah satu keunggulan di bidang medis adalah bisa sebagai aplikasi deteksi dini kanker payudara. Bisa juga digunakan sebagai pengukur detak jantung, jelasnya.
Catatan bidang Direktorat Sumber Daya UNAIR, Prof. Moh Yasin ini tercatat sebagai Guru Besar 51动漫 yang ke-453 sejak UNAIR berdiri tahun 1954. Sedangkan dihitung sejak UNAIr menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), Prof. Yasin merupakan Guru Besar UNAIR ke-161. (*)
Penulis : Dilan Salsabila
Editor : Bambang Bes





