51

51 Official Website

Tekuni Pencak Silat Sejak Remaja, Juarai Kompetisi Internasional

M Pradana Yulianto, Wisudawan Berprestasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (foto: dok pribadi)

Setiap orang pasti melakukan kesalahan, meski nasi sudah menjadi bubur, faktanya bubur lebih mahal daripada nasi. Belajarlah dari kesalahan di masa lalu, asah diri menjadi lebih bervalue 

UNAIRNEWS Konsistensi dan disiplin terhadap bidang olahraga, khususnya pada cabang olahraga sukses mengantar Muhammad Pradana Yulianto menyandang gelar wisudawan berprestasi 51 (UNAIR)   

Dana, sapaan akrabnya, membawa nama harum UNAIR dalam kejuaraan pencak silat tingkat internasional Bandung Lautan Api Championship IV oleh . Sebelum itu, ia aktif mengukir prestasi tingkat nasional dan regional yakni Open Tournament Pencak Silat Banyuwangi Championship II dan beberapa ajang bergengsi lainnya. Menjadi Juara I kategori tanding putra, Pradana berhasil membawa kebanggaan yang besar bagi dirinya, keluarga, dan kampus.  

Keberhasilannya dalam kejuaraan ini tidak datang secara instan. Dana sudah menekuni pencak silat sejak usia remaja. Ketertarikannya pada bela diri tradisional ini berawal dari arahan sang ibunda yang melihat adanya bakat bela diri dalam diri Dana.  

Sebenarnya adanya bakat karena terbentuk dan terlatih, yang paling penting adalah konsisten dan disiplin. Saya beserta pelatih bekerja sama untuk membuat program khusus hingga saya menjuarai kompetisi ini, ungkapnya. 

Selama berproses, ia selalu menjaga kesehatan fisik dan mental, sekaligus latihan rutin setiap pekan. Berkat latihan itu, Dana berhasil mengasah kemampuan teknik bertarungnya, hingga siap menghadapi kompetisi ke kancah Internasional. 

Keseimbangan Akademik dan Olahraga

Sebagai mahasiswa, banyak yang mengenal Dana sebagai pribadi yang disiplin. Di tengah kesibukan akademiknya, ia tetap bisa mengatur waktu untuk menjalani latihan intensif. Menurutnya, kunci utama adalah manajemen waktu yang baik serta komitmen terhadap kedua bidang tersebut. 

Kejuaraan Banyuwangi Championship II menjadi pengalaman yang berkesan bagi Dana. Dalam beberapa pertandingan, ia harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah. Namun, dengan strategi yang matang dan persiapan fisik yang maksimal, ia mampu melewati setiap babak dengan baik. 

Ia berharap kemenangan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, baik bidang akademik maupun non-akademik. Ke depan, Dana berencana untuk terus membanggakan kedua orang tuanya dan mencoba hal baru yang belum ia lakukan sebelumnya. 

Dana membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan manajemen waktu yang baik, menghasilkan prestasi yang memuaskan. Pencak Silat tidak hanya memberinya medali, tetapi juga pelajaran hidup yang berharga, yaitu pentingnya semangat dan integritas dalam meraih mimpi. 

Penulis: Sintya Alfafa    

Editor: Yulia Rohmawati, S.Hum    

AKSES CEPAT