UNAIR NEWS – Sejauh apapun kita pergi untuk merantau, rumah adalah tempat ternyaman untuk kembali pulang. Begitu istilah yang cocok disematkan pada organisasi mahasiswa daerah asal Bojonegoro yang akrab di sapa ABC (Airlangga Bojonegoro Community).
Berdiri sejak sekitar 12 tahun lalu, perkumpulan mahasiswa yang lahir dan dicetuskan oleh dua mahasiswa UNAIR asal Bojonegoro ini besar dengan harapan mampu menjadi wadah serta rumah sebelum menjejaki dunia kampus. ABC lahir dan berproses besama dengan bertambahnya anggota baru. Artinya, tiap tahun bertambah pula mahasiswa asal Bojonegoro yang berkesempatan mengeyam pendidikan tinggi di UNAIR.
Bertempat di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran UNAIR Selasa (31/7), organisasi yang bangga dengan jargon Matoh Pol ini menggelar acara sambut mahasiswa baru yang bertajuk Welcome Party 2.0. Dalam acara yang dihadiri tak kurang dari 100 mahasiswa baru UNAIR asal Bojonegoro ini, tak hanya dikenalkan program kerja dan kegiatan ABC. Namun, juga terdapat sharing section yang membahas perihal kehidupan kampus dari awal perkuliahan hingga bermacam organisasi yang ada UNAIR.
Daffa Ardhi mahasiswa Pendidikan Dokter 2018 menuturkan, menurutnya ABC adalah wadah yang berbagai informasi yang ia butuhkan sebagai pijakan awal sebelum memasuki masa orientasi dan perkuliahan. Menurutnya, acara serupa perlu diadakan tiap tahun agar mahasiswa, khususnya yang berasal dari Bojonegoro, memiliki wadah yang menampung berbagai aspirasi mahasiswa baru.
œOverall acaranya bagus, first impression saya melihat ABC adalah kekeluargaannya yang terasa sepanjang acara berlansung, tutur Daffa, mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri.
Berbanding lurus dengan apa yang disampaikan Daffa Ardhi, Virda mahasiswi Fakultas Perikanan dan Kelautan yang merupakan panitia acara menuturkan, ABC merupakan organisasi yang belandaskan asas kekeluargaan. ABC, lanjutnya, merupakan rumah terdekat untuk Ksatria Airlangga asal Bojonegoro selama berada di Surabaya.
œDari ABC, harapannya teman-teman bisa belajar dan memiliki sense of belonging yang kuat pada ABC khusunya, serta daerah asal kami Bojonegoro pada umumnya. Serta sama-sama bisa saling menyayangi dan menjadi supporting system dalam kondisi apapun, tambah mahasiswi angkatan 2017 itu. (*)
Penulis : Wiwik Yuni Eryanti Ningrum
Editor : Binti Q. Masruroh





