UNAIR NEWS – Dua mahasiswa program studi Profesi , Mohammad Iqbal dan Sherina Fatwa Imanul, kembali mengharumkan nama almamater. Mereka berhasil meraih juara pertama dalam kategori research pada ajang Moestopo Dentistry Scientific Competition (MDSC). Kompetisi bergengsi ini terselenggara oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) pada Sabtu (12/4/2025).
Prestasi membanggakan ini mereka raih setelah melalui persaingan ketat dengan 30 tim lain dalam tahap seleksi abstrak. Tim-tim tersebut berasal dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Termasuk 51动漫 (UNAIR), Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Jenderal Soedirman.
Setelah berhasil lolos seleksi abstrak, Iqbal dan Sherina termasuk dalam sepuluh tim yang melaju ke babak presentasi full paper dan power point. Kerja keras dan kualitas penelitian mereka akhirnya membuahkan hasil gemilang. Mereka terpilih sebagai juara pertama dari sepuluh tim yang berkompetisi di babak final.
Usung Uji Molekuler
Iqbal dan Sherina mengusung uji molekuler atau in silico tumbuhan sambiloto (Andrographis paniculata). Mereka menemukan potensi signifikan dari dua senyawa khasnya, andrograpanin dan andrographolide, sebagai agen antikanker. Penelitian ini berlatar belakang dari tingginya prevalensi kanker mulut atau Oral Squamous Cell Carcinoma (OSCC) di Indonesia, yang mencapai 377.000 kasus dengan angka kematian yang mengkhawatirkan pada tahun 2020.

OSCC seringkali terdeteksi pada stadium lanjut dan dalam kondisi mutasi. Penelitian ini menyoroti peran penting dua protein kunci dalam perkembangan kanker mulut, yaitu Cyclin D1 dan p53. “Kedua protein tersebut ternyata memegang peranan penting dalam transisi fase G1 menjadi S. Mutasi kedua protein tersebut sering ditemukan pada kondisi OSCC sehingga menjadikannya resistensi terhadap kemoterapi yang sudah ada,” jelas Iqbal, salah satu peneliti dalam tim.
Lebih lanjut Iqbal menambahkan, hasil penelitian ini ternyata menunjukkan bahwa kedua senyawa aktif ekstrak sambiloto mampu menghambat jalur Cyclin D1 dan memodulasi p53. Sehingga diprediksi memicu apoptosis dari sel yang telah bertransformasi keganasan.
“Hasil dari uji ini harapannya bisa menjadi dasar untuk uji selanjutnya seperti in vitro, in vivo, praklinis, dan klinis dalam pengembangan obat penghambatan kanker mulut,” tambah Iqbal. Ia optimis bahwa senyawa dalam tumbuhan sambiloto ini berpotensi menjadi salah satu zat aktif dalam kemoterapi untuk penanganan kanker mulut, khususnya OSCC. Penelitian ini membuka harapan baru dalam upaya mencari alternatif pengobatan yang lebih efektif bagi penderita kanker mulut di Indonesia.
Antara Lomba dan Koas
Menjalankan program koas dan mempersiapkan lomba secara bersamaan menjadi tantangan tersendiri bagi Iqbal dan Sherina. Keduanya harus pandai membagi waktu antara merawat pasien, mengatur jadwal koas, dan menyusun persiapan lomba. Namun, berkat bimbingan dari dosen pembimbing yang mereka pilih, Fatma Yasmin Mahdani drg M Kes Sp PM, Iqbal dan Sherina mampu mengatasi kesulitan tersebut.
“Alhamdulillah, meskipun menjalani hari yang berat tapi masih bisa menyusun dan mempresentasikan karya dengan baik,” ujar Iqbal, mengungkapkan rasa syukurnya.
Keberhasilan Iqbal dan Sherina dalam menyeimbangkan antara tugas koas dan persiapan lomba ini menjadi bukti, pentingnya dukungan dan bimbingan yang baik dari tenaga pendidik.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





