UNAIR NEWS Di Banyuwangi, kesehatan masih menjadi problem yang kompleks hingga saat ini. Permasalahan yang sering muncul, salah satunya, kegagalan program intervensi, sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu sering terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan masyarakat dan implementasi program yang diterapkan.
Menanggapi problem tersebut, tim PKL (praktik kerja lapangan) dari Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat PSDKU 51动漫 di Banyuwangi menggali langsung masalah kesehatan dari para tokoh masyarakat. Metode Nominal Group Technique (NGT) digunakan tim yang terdiri atas sepuluh mahasiswa itu. Penelususran problem tersebut digelar pada Minggu (8/7).
Cara itu dipilih karena penelusuran pada data instansi kesehatan (top-buttom) bukan menggali akar masalah langsung dari masyarakat (buttom-up). Karena itu, akar penyebab masalahnya sulit dideteksi. Akibatnya, program intervensi cenderung tidak tepat sasaran, bahkan berkemungkinan gagal.
Diketahui, tim PKL UNAIR melakukan penulusuran sekaligus pemecahannya selama 35 hari. Kegiatan tersebut terdiri atas identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, identifikasi penyebab, menyusun program intervensi, menerapkan program intervensi, serta melakukan monitoring dan evaluasi program.
淪aat ini kami masih dalam tahap identifikasi masalah, ucap Aziz, salah seorang anggota tim.
滵ari kegiatan NGT itu, kami berharap bisa mendapatkan masalah kesehatan yang benar-benar bersumber dari masyarakat dan mewakili secara keseluruhan wilayah Kelurahan Bulusan. Selanjutnya, itu (hasil penelitian, Red) nanti dipadukan dengan data sekunder dari pihak puskesmas, tambahnya.
Kegiatan NGT tersebut turut melibatkan seluruh ketua RT dan RW di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Kegiatan tersebut diadakan di Kantor Kelurahan Bulusan. Paparan soal kondisi kesehatan di Bulusan disampaikan perangkat desa.
淒ari kegiatan NGT ini, kami berhasil menemukan beberapa prioritas masalah. Di antaranya, penyakit stroke, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut, Red) dan TB, ungkap Wahyu Febriawan, salah seorang anggota kelompok PKL Bulusan. (*)
Penulis: Siti Mufaidah
Editor: Feri Fenoria Rifa檌





