51动漫

51动漫 Official Website

Tepung Darah untuk Meningkatkan Performa Budidaya Ikan Patin

Tepung Darah untuk Meningkatkan Performa Budidaya Ikan Patin
Ilustrasi Ikan (foto: dok istimewa)

Ikan patin siam (Pangasionodon hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas air tawar yang bernilai ekonomis penting di Indonesia karena rasanya yang lezat dan dikenal luas oleh masyarakat. Permintaan yang besar tersebut harus diimbangi dengan peningkatan produksi melalui kegiatan akuakultur/budidaya. Peningkatan produksi ikan patin siam tentu akan meningkatkan kebutuhan pakan pada saat kegiatan akuakultur/budidaya. Tepung ikan merupakan salah satu bahan baku pakan yang dibutuhkan dalam pembuatan makanan ikan. Namun, harga tepung ikan yang cukup tinggi menjadi salah satu kendala dalam penghematan biaya produksi pakan. Oleh karena itu, diperlukan bahan baku pakan alternatif yang dapat menggantikan tepung ikan dan salah satu alternatifnya adalah tepung darah. Tepung darah memiliki kelebihan yaitu harganya murah dan mengandung sumber protein yang cukup tinggi serta tidak berkompetisi dengan manusia sebagai bahan pangan. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan tepung darah guna meningkatkan produksi akuakultur ikan patin siam sehingga dapat menjadi solusi bagi pembudidaya sebagai bahan baku pakan alternatif yang cukup murah.

Metode dan Hasil                                            

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah A (0% tepung darah + 100% tepung ikan sebagai kontrol), B (25% tepung darah + 75% tepung ikan), C (50% tepung darah + 50% tepung ikan), D (75% tepung darah + 25% tepung ikan, dan E (100% tepung darah + 0% tepung ikan). Ikan lele siam dipelihara selama 60 hari. Pemberian pakan dilakukan secara ad satiasi dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari (pukul 08.00, 12.00, dan 17.00).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot badan dan pertumbuhan spesifik ikan patin siam pada perlakuan B (8,25 卤 0,63b g, 3,51 卤 0,13b %/hari) dan C (8,26 卤 0,73b g, 3,52 卤 0,14b %/hari) memiliki performa yang sama dengan kontrol. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tepung darah dapat disubstitusi dan dikombinasikan dengan tepung ikan dengan komposisi maksimal 50% untuk meningkatkan performa budidaya ikan lele siam. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk enrichment (pengkayaan) nutrisi tepung darah guna lebih mengoptimalkan performa budidaya ikan lele siam.

Penulis: R. Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Si.

Link:

Baca juga: Seleksi Budidaya Ikan Kerapu Cantang

AKSES CEPAT