UNAIR NEWS Kiki Amalia Rama terpilih menjadi wisudawan terbaik S1 Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51动漫, pada wisuda periode Maret. Ia meraih IPK 3,72. Mahasiswa dengan skripsi berjudul 滻nvestasi Kutu pada Itik di Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan itu merupakan anak terakhir diantara tiga bersaudara.
淒ulu sebelum daftar SNMPTN, aku mencari jurusan yang prospek kerjanya tinggi. Alhamdulillah kemudian ketemu jurusanku yang sekarang. Dan, setelah ngobrol dan berkonsultasi dengan bapak, beliau juga setuju, tutur Kiki kepada Warta Unair.
Saat menjalani kuliah, Kiki tertarik mengikuti kelompok minat di FKH. Dia mengaku ikut Kelompok Minat Profesi Veteriner Pet and Wild Animal (KMPV PW) serta Kelompok Minat Profesi Veteriner Ternak Besar (KMPV TB).
淎ku ikut KMPV PW karena bercita-cita punya klinik hewan sendiri yang kebanyakan hewan klinik itu rata-rata hewan kecil. Untuk KMPV TB, aku ikuti saran bapak, mendalami ternak besar seperti sapi, jelasnya.
Perempuan asal Desa Lundang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, itu mengungkapkan bahwa jauhnya kampung halaman dengan tempat ia menuntut ilmu tidak menyurutkan motivasinya untuk belajar. Motivasi terus hadir berkat sosok orang tua yang mendorong selalu tetap maju. Termasuk selalu mewarnai setiap keputusan hidup Kiki.
淵ang selalu memotivasiku saat belajar adalah aku selalu ingat kalau aku harus membanggakan orang tuaku, ujarnya.
Membanggakan orang tua merupakan sesuatu yang ingin dicapainya. Sebab, sewaktu SMP, ketika dulu pindah sekolah kali pertama dan ikut ulangan harian matematika, hasilnya tidak terlalu bagus.
淣颈濒补颈苍测补 bener-bener bikin down dan takut orang tuaku kecewa, juga sedih. Sejak itu aku berjanji harus banggain mereka dengan belajar dan dapat nilai bagus. Alhamdulillah keyakinan itu sampai sekarang masih aku pegang, tutur kiki.
Kesibukannya saat ini mempersiapkan diri untuk pendidikan profesi dokter hewan (PPDH) atau co-assistant setelah wisuda. Rencananya, dia mendaftar perwira karir dan sekolah lagi di luar negeri. (*)
Penulis : Hilmi Putra Perdana
Editor : Feri Fenoria.





