51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Terobosan Terapi Kanker Hewan: Penelitian Kolaboratif Ungkap Kombinasi Obat Menjanjikan untuk Limfoma Anjing

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Di tengah meningkatnya kasus limfoma pada anjing dan tantangan resistensi terhadap kemoterapi, salah satu dosen di 51¶¯Âþ kembali menunjukkan kontribusinya dalam riset kanker hewan melalui sebuah studi kolaboratif dengan Yamaguchi University, Jepang. Penelitian ini mengungkap potensi besar obat target molekuler yaitu KPT‘335 (verdinexor), ketika dikombinasikan dengan kemoterapi konvensional dapat membuka peluang baru bagi terapi limfoma yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Limfoma merupakan salah satu kanker hematopoietik paling umum pada anjing. Meskipun protokol CHOP (cyclophosphamide, doxorubicin, vincristine, prednisone) telah lama menjadi standar terapi, banyak pasien mengalami kekambuhan akibat resistensi obat. Kondisi ini tidak hanya menjadi tantangan klinis, tetapi juga beban emosional bagi pemilik hewan dan dokter hewan. Sel kanker limfoma pada anjing seringkali memiliki kemampuan beradaptasi dengan terapi konvensional, mengurangi efektivitasnya seiring waktu dan menyebabkan kekambuhan. Situasi ini mendorong pencarian terapi baru yang mampu menembus mekanisme resistensi tersebut.

KPT‘335 adalah inhibitor dari Exportin‘1 (XPO1), yaitu protein yang berperan mengangkut tumor suppressor keluar dari inti sel. Ketika XPO1 terlalu aktif, sel kanker dapat mematikan mekanisme pengawas internalnya. Dengan menghambat XPO1, KPT‘335 memungkinkan protein penekan tumor tetap berada di inti sel dan menjalankan fungsinya. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa pengobatan dengan KPT-335 sebagai inhibitor XPO1 dapat mengurangi ekspresi protein XPO1 yang bergantung pada dosis secara signifikan, dan adanya penghambatan proteasome mampu membalikkan efek ini. Temuan ini mengonfirmasi bahwa obat tersebut tidak hanya menghambat fungsi XPO1, tetapi juga memicu degradasinya melalui jalur proteasomal.

Penelitian ini menguji kombinasi KPT‘335 dengan dua obat kemoterapi yang umum digunakan, yaitu doxorubicin dan vincristine. Empat garis sel limfoma anjing”dua tipe B dan dua tipe T”digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi KPT‘335 dengan kedua kemoterapi tersebut menghasilkan penurunan proliferasi sel kanker yang jauh lebih besar dibandingkan penggunaan obat tunggal. Analisis menggunakan metode Chou“Talalay menunjukkan bahwa interaksi tersebut sebagian besar bersifat sinergis, terutama pada nilai Fa yang lebih tinggi, yang lebih relevan secara klinis. Sinergi yang konsisten pada garis sel kanker limfoma anjing menunjukkan potensi besar untuk diterapkan pada kasus klinis, terutama pada limfoma tipe T yang sering kali lebih agresif.

Temuan ini memiliki dampak luas bagi dunia kedokteran hewan. Pertama, membuka peluang terapi kombinasi yang lebih efektif untuk pasien dengan resistensi obat.  Kedua, berpotensi menurunkan dosis kemoterapi, sehingga mengurangi efek samping.  Ketiga, mendukung pendekatan terapi presisi, yang menargetkan mekanisme molekuler kanker. Dampak tersebut relevan bagi riset kanker manusia, karena XPO1 juga menjadi target terapi pada berbagai kanker hematologis dan solid tumor. Penelitian ini juga memperkuat posisi 51¶¯Âþ (UNAIR) sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam riset kanker yang berdampak global.

Meski hasil in vitro sangat menjanjikan, peneliti menekankan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan uji in vivo dan uji klinis pada pasien hewan. Hal ini penting untuk memastikan keamanan, dosis optimal, dan efektivitas kombinasi KPT‘335 dengan kemoterapi dalam praktik klinis. Peneliti juga mencatat bahwa konsentrasi obat yang digunakan dalam studi ini berada dalam rentang yang dapat dicapai secara klinis, sehingga dapat memperkuat potensi translasi temuan ini ke dunia praktik kedokteran hewan.

Sebagai salah satu pusat pendidikan dan riset kesehatan terkemuka di Indonesia, UNAIR terus mendorong inovasi dalam bidang onkologi hewan. Penelitian ini merupakan bukti nyata komitmen UNAIR dalam menghadirkan solusi ilmiah yang relevan dan berdampak bagi masyarakat, dunia klinis, dan komunitas ilmiah internasional. Dengan kolaborasi internasional yang kuat dan dukungan fasilitas riset yang memadai, UNAIR terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan terapi kanker hewan yang lebih efektif, aman, dan berbasis bukti ilmiah.

Informasi lebih lanjut bisa didapatkan di artikel yang sudah terpublikasi di jurnal internasional terindeks Scopus Q2, yaitu Journal of Veterinary Medical Sciences (JVMS) dari The Japanese Society of Veterinary Science (JSVS) pada tautan .

Primarizky, H., Kambayashi, S., Baba, K., Tani, K., & Okuda, M. (2026). Combination effect of Exportin 1 inhibitor (KPT-335) with doxorubicin or vincristine in canine lymphoma cell lines. J Vet Med Sci 88(1): 119“125, 2026.

Oleh: Hardany Primarizky, drh., MVM.

Dosen Divisi Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ Email: hardany-p@fkh.unair.ac.id

AKSES CEPAT