Kanker merupakan salah satu tantangan kesehatan global terbesar, menempati peringkat kedua sebagai penyebab kematian utama di dunia. Pada tahun 2022, hampir 20 juta kasus baru kanker didiagnosis, dengan angka kematian mencapai 9,7 juta jiwa. Di tengah stagnasi perkembangan terapi kanker selama tiga dekade terakhir, para peneliti terus mencari pendekatan baru yang lebih efektif dan minim efek samping. Salah satu strategi yang menjanjikan adalah penggunaan senyawa alami seperti tetrahydrocurcumin (THC), metabolit utama dari kurkumin yang memiliki sifat farmakologis lebih unggul. THC telah terbukti memiliki aktivitas antikanker yang kuat, termasuk dalam menekan metastasis tumor dan angiogenesis. Namun, keterbatasan utama THC adalah kelarutannya yang sangat rendah dalam air, sehingga membatasi aplikasi klinisnya.
Untuk mengatasi masalah kelarutan ini, peneliti mengembangkan sistem penghantaran berbasis 尾-cyclodextrin (尾-CD). 尾-CD adalah oligosakarida siklik yang memiliki kemampuan meningkatkan kelarutan dan stabilitas obat yang kurang larut dalam air. Dengan membentuk kompleks inklusi THC-尾-CD, bioavailabilitas THC dapat meningkat secara signifikan, memungkinkan efektivitas yang lebih besar dalam terapi kanker. Kompleksasi dengan 尾-CD bekerja dengan cara mengenkapsulasi molekul THC dalam rongga hidrofobiknya, sehingga meningkatkan kelarutan dalam air tanpa mengubah struktur kimia utamanya. Pendekatan ini telah banyak diterapkan pada berbagai senyawa bioaktif lain dengan hasil yang menjanjikan.
Penelitian terbaru mengevaluasi efektivitas kompleks THC-尾-CD dalam melawan kanker kolon dan hati pada model hewan. Dalam studi ini, tikus betina (n=24) dibagi menjadi enam kelompok dan diinduksi kanker kolon dan hati menggunakan 1,2-dimetilhidrazin (DMH). Tikus diberikan THC atau kompleks THC-尾-CD secara oral dua kali seminggu selama 11 minggu. Para peneliti kemudian mengevaluasi kondisi jaringan kolon dan hati dengan analisis histopatologi, serta mengukur kadar biomarker kanker dalam darah, seperti gamma-glutamil transferase (GGT), matriks metaloproteinase (MMP)-2, dan MMP-9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleks THC-尾-CD secara signifikan menurunkan tingkat displasia tinggi di kolon, mengurangi jumlah hepatosit nekrotik, serta memperkecil diameter vena sentralis di hati. Selain itu, kadar enzim gamma-glutamil transferase (GGT) serta enzim matriks metaloproteinase (MMP)-2 dan MMP-9 dalam serum mengalami penurunan signifikan pada kelompok yang menerima kompleks THC-尾-CD. MMP-2 dan MMP-9 berperan dalam degradasi matriks ekstraseluler, yang berkontribusi terhadap invasi sel kanker dan angiogenesis. Dengan menurunkan kadar MMP-2 dan MMP-9, kompleks THC-尾-CD dapat membantu menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor. Selain itu, kompleks THC-尾-CD juga terbukti lebih efektif dalam mempertahankan arsitektur normal jaringan kolon dan hati dibandingkan dengan THC biasa. Hal ini menunjukkan bahwa kompleksasi dengan 尾-CD tidak hanya meningkatkan kelarutan, tetapi juga meningkatkan efektivitas THC sebagai agen terapi kanker. Hasil histopatologi menunjukkan bahwa pada kelompok yang menerima kompleks THC-尾-CD, terdapat lebih banyak sel normal dibandingkan dengan kelompok yang hanya menerima THC biasa. Ini mengindikasikan bahwa kompleksasi tidak hanya meningkatkan efektivitas antikanker, tetapi juga membantu memulihkan kondisi jaringan yang telah mengalami perubahan akibat kanker.
Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kompleks THC-尾-CD dapat menjadi strategi terapi yang menjanjikan untuk kanker kolon dan hati. Dengan meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas THC, kompleks ini berpotensi mengurangi dosis yang diperlukan, sehingga meminimalkan efek samping dan meningkatkan efikasi terapi. Sistem penghantaran berbasis 尾-CD juga dapat dioptimalkan lebih lanjut untuk menargetkan sel kanker secara lebih spesifik, mengurangi toksisitas sistemik, dan meningkatkan stabilitas formulasi. Ini membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam terapi kanker berbasis senyawa alami dengan efisiensi yang lebih baik. Penggunaan sistem penghantaran berbasis 尾-CD juga dapat dikombinasikan dengan terapi lain, seperti kemoterapi atau imunoterapi, untuk meningkatkan sinergi dalam pengobatan kanker. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi kombinasi ini serta memahami mekanisme kerja kompleks THC-尾-CD secara lebih mendalam.
Kompleksasi THC dengan 尾-CD menawarkan solusi inovatif dalam meningkatkan efektivitas THC sebagai agen antikanker. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompleks THC-尾-CD lebih unggul dalam menghambat perkembangan kanker kolon dan hati dibandingkan dengan THC biasa. Dengan demikian, strategi ini berpotensi menjadi pendekatan baru dalam terapi kanker yang lebih aman dan efektif. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dalam uji klinis pada manusia dan mengembangkan formulasi yang lebih optimal untuk aplikasi medis. Dengan berkembangnya teknologi penghantaran obat, kompleksasi THC-尾-CD dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan formulasi berbasis senyawa alami yang lebih efektif dan mudah digunakan dalam praktik klinis. Jika penelitian lebih lanjut dapat membuktikan efektivitasnya pada manusia, kompleks ini dapat menjadi alternatif terapi kanker yang lebih aman dan efisien di masa depan.





