Abnormally Invasive Placenta (AIP) atau Placenta Accreta Spectrum (PAS) merupakan kondisi di mana plasenta menempel terlalu dalam pada dinding uterus akibat gangguan lapisan desidua, terutama pada area bekas luka operasi sebelumnya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan riwayat operasi sesar dan plasenta previa, serta menjadi penyebab utama perdarahan masif dan perlunya histerektomi. Pemeriksaan ultrasonografi memiliki peran penting dalam deteksi dini dan penentuan pendekatan pembedahan yang tepat pada pasien dengan risiko tinggi PAS.
Hasil penelitian prospektif menunjukkan bahwa beberapa tanda ultrasonografi dapat memprediksi kebutuhan histerektomi, terutama pada pasien yang awalnya direncanakan menjalani tindakan konservatif uterus. Tiga tanda yang paling berpengaruh adalah intracervical hypervascularity lebih dari 50%, distorsi dinding kandung kemih, dan parametrial hypervascularity. Intracervical hypervascularity >50% memiliki hubungan paling kuat dengan kebutuhan histerektomi (adjusted OR 41,0; 95% CI: 5,4“309,7), diikuti oleh distorsi dinding kandung kemih (adjusted OR 14,3; 95% CI: 1,6“131,2). Kombinasi intracervical hypervascularity >50% dan distorsi dinding kandung kemih meningkatkan probabilitas histerektomi hingga 87% dengan akurasi keseluruhan sekitar 94%. Secara klinis, temuan ultrasonografi ini sangat membantu dalam perencanaan operasi dan konseling pasien. Pasien dengan tanda-tanda tersebut memiliki risiko tinggi untuk dilakukan histerektomi, sehingga perlu dipersiapkan tim bedah multidisiplin, cadangan darah, serta fasilitas perawatan intensif. Evaluasi ultrasonografi lengkap yang dilakukan dalam dua minggu sebelum operasi direkomendasikan untuk memastikan penilaian yang akurat. Meskipun hasil penelitian menunjukkan nilai prediktif yang tinggi, interpretasi tanda ultrasonografi bersifat operator-dependent dan masih memerlukan validasi lebih lanjut di berbagai pusat pelayanan.
Penulis: Rozi Aditya Aryananda, dr., SpOG
Link artikel:





