51动漫

51动漫 Official Website

Tiga Mahasiswa FKp UNAIR Ikuti Student Exchange di Jepang

Potret Mahasiswa FKp UNAIR Bersama Tim Japan Red Cross - Kyushu International College of Nursing (Sumber: Nila)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR, habiskan waktu libur semester genap dengan mengikuti program student exchange di Japan Red Cross – Kyushu International College of Nursing. Ketiga mahasiswa itu ialah Nila Aulia Ira Cahyani (2020), Syifana Yashuda (2021), dan Dinatur Rofifah (2021). 

“Program exchange ini adalah program dari Fakultas Keperawatan. Kita mengikuti berbagai seleksi sampai akhirnya mendapat pendanaan untuk exchange ke Jepang,” ucap Nila saat menceritakan perjalanannya mengikuti exchange kepada tim UNAIR NEWS, Selasa (25/07/2023).

Lebih lanjut Nila juga turut menceritakan serangkaian kegiatan yang mereka ikuti di Jepang. Nila menuturkan mereka mengikuti kelas dan pelatihan langsung dari dosen JRCKICN mengenai manajemen bencana, praktik keperawatan lansia, dan juga praktek bantuan hidup dasar (Basic Life Support / BLS). 

Tak hanya mempelajari seputar dunia keperawatan, mereka juga turut mengenal budaya daerah Jepang. Mereka mengunjungi beberapa situs sejarah Fukuoka tower museum ghibli. Mengunjungi pulau oshima untuk membuat dekorasi festival tanabata. Mengelilingi pulau oshima dan belajar Disaster Management Center (DMC) di pulau tersebut.

“Yang paling berkesan itu saat kita mengikuti tanabata festival terus berkunjung ke tempat pembuatan teh di Rakusuian dan berkunjung ke beberapa candi dan bangunan sejarah di sana,” ujar Nila

Tak hanya pembelajaran di kelas mahasiswa  FKp UNAIR juga berkesempatan  mengunjungi rumah sakit dan mengenali teknologi yang berkembang di sana. Di antara rumah sakit yang mereka kunjungi ialah Fukuoka Red Cross Hospital.

“Yang sangat berkesan itu di sana semuanya sudah pakai teknologi canggih lebih dari rumah sakit di Indonesia. Kita mengunjungi Fukuoka DMC,” ujarnya

Perbedaan Budaya Jepang dan Indonesia

Nila mengatakan banyak sekali hal menarik yang baik dari segi  budaya, teknologi, dan etika. Terdapat perbedaan yang signifikan dari Indonesia. “Sejauh ini, banyak dampak positif yang saya dapatkan dan ingin saya adopsi dari negara Jepang, di antaranya adalah dari segi disiplin, kerja keras, dan selalu menghargai orang lain,” ucap Nila

Menurutnya manajemen bencana di Jepang sendiri sudah sangat maju. Hal itu tercermin dari fasilitas Automated Electronic Defibrillator (salah satu alat pertolongan  gawat darurat henti jantung, red.) di toko, kantor, hotel, dan tempat umum lainnya. 

Penulis: Rosita

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT