n

51动漫

51动漫 Official Website

Tiga Tahun Berlalu, Australia Indonesia Center Bakal Perpanjang Kerjasama

australia indonesia center
(Dari kiri) Wakil Rektor III Prof. Amin Alamsjah dan Direktur baru Australia Indonesia Center Dr. Eugene Sebastian saat membicarakan perkembangan kerja sama antara kedua pihak. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS Australia Indonesia Center (AIC) kembali bertandang ke 51动漫. Kunjungannya kali ini memiliki beberapa tujuan. Selain mengenalkan direktur AIC yang baru, AIC dan UNAIR juga membahas mengenai perkembangan hasil kegiatan riset dan kerja sama yang sudah dijalin selama ini.

Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Publikasi Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ph.D., mengapresiasi kerja sama antara UNAIR dan AIC yang sudah berjalan hampir empat tahun ini. Selain itu, Amin juga mengatakan bahwa riset yang sudah dijalankan bersama bisa tetap memegang teguh prinsip yang telah disepakati dan dapat dikembangkan lebih baik ke depannya.

淜ampus kami memang memiliki keunggulan di bidang kesehatan, fasilitas kami lengkap menunjang hal tersebut. Jadi, saya harap kerja sama ini bisa terus menghasilkan riset yang lebih baik, jelasnya.

Menanggapi pernyataan Amin, Direktur baru AIC Dr. Eugene Sebastian mengatakan bahwa AIC adalah platform untuk menghadapi tantangan dan permasalahan besar yang ada di Indoensia dan Australia. Eugene juga memberikan paparan informasi yang menggembirakan. Pasalnya, kerja sama fase pertama yang akan selesai tahun depan, bakal diperpanjang untuk fase kedua.

淧emerintah kami terus berkomitmen untuk pendanaan selama empat tahun ke depan. Jadi ditahap kedua nanti, kami harap bisa memberi banyak kesempatan untuk membawa fokus kerjasama ini dari berbagai masalah khusus yang berbeda, jelas Eugene.

Selanjutnya, Eugene juga melaporkan bahwa implementasi kerja sama pada fase pertama menunjukkan perkembangan yang positif. Disebutkan pada fase pertama, kerja sama telah berhasil mengembangkan sekitar 250 penelitian, 50 persen dari Australia dan 50 persen dari Indonesia.

淧enelitian itu telah dikembangkan di lima hal seperti infrastruktur, kesehatan, makanan, energi dan air bersih, jelasnya.

Menambahkan pernyataan Eugene, Direktur AIC untuk Indonesia Kevin Evans mengatakan bahwa kerja sama yang dilakukan dengan UNAIR lebih fokus pada permasalahan kesehatan. Pasalnya, selain UNAIR unggul dalam bidang kesehatan, riset dan pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika UNAIR juga fokus pada permasalahan kesehatan.

淜alau dengan UNAIR kami lebih fokus kerja sama ke sektor kesehatan antara kedua negara. Misal kesehatan anak kecil dan menyangkut pemberian air susu ibu, serta kematian bayi dan ibu melahirkan, jelasnya.

Kevin juga menegaskan bahwa permasalahan yang ada di Indonesia bisa menjadi salah satu hal yang bisa dipecahkan secara bersama. Selain itu, permasalahan yang terjadi juga menjadi bekal untuk memcahkan permasalahan yang terjadi di Australia.

淜arena di Australia juga ada beberapa wilayah yang mengalami masalah sama dengan di Indonesia. Jadi, teman-teman di Airlangga yang menyelesaikan masalah ini dan ide-ide yang diterapkan di sini bisa kami praktikan di sana juga, pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Defrina Sukma S

AKSES CEPAT