51动漫

51动漫 Official Website

Tim BBK 7 UNAIR Kolaborasi dengan Petani Milenial Desa Sebayi Manfaatkan Paenibacillus sp. untuk Pengendalian Jamur Daun Tanaman, Dukung SDGs 17

Perebusan kentang menggunakan air bersih hingga teksturnya lembek sebagai proses ekstraksi nutrisi media pertumbuhan Paenibacillus sp. (Sumber: Dokumentasi Tim BBK 7 UNAIR Sebayi)
Perebusan kentang menggunakan air bersih hingga teksturnya lembek sebagai proses ekstraksi nutrisi media pertumbuhan Paenibacillus sp. (Sumber: Dokumentasi Tim BBK 7 UNAIR Sebayi)

UNAIR NEWS Upaya pengurangan penggunaan fungisida sintetis terus didorong guna mewujudkan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Tim BBK 7 51动漫 (UNAIR) Desa Sebayi melalui kegiatan pemanfaatan bakteri Paenibacillus sp. sebagai agen pengendali jamur patogen pada daun tanaman. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim BBK 7 UNAIR dengan ketua kelompok tani setempat, Pak Gutomo, dan dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, di Desa Sebayi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran petani terhadap dampak negatif penggunaan fungisida sintetis, baik terhadap kesehatan lingkungan maupun keberadaan musuh alami hama. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan diketahui dapat merusak keseimbangan ekosistem pertanian dan meninggalkan residu pada hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian penyakit tanaman yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Paenibacillus sp. dipilih karena dikenal mampu menekan pertumbuhan jamur patogen melalui mekanisme hayati.

Kegiatan ini diinisiasi oleh ketua kelompok tani Desa Sebayi, Pak Gutomo, yang selama ini dikenal sebagai petani milenial dengan komitmen kuat terhadap pertanian organik. Menurutnya, penggunaan fungisida hayati berbasis Paenibacillus sp. sejalan dengan prinsip pertanian yang ia terapkan. 淪aya fokus sebagai petani organik dan menghasilkan produk-produk organik, salah satunya beras organik. Karena itu, saya ingin meminimalkan residu dan dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus menjaga agar musuh alami hama tetap hidup, ujarnya.

Bakteri Paenibacillus sp. yang digunakan dalam kegiatan ini diperoleh dari Laboratorium LPHP TPH Madiun. Untuk mendukung pertumbuhan bakteri, media yang digunakan adalah ekstrak kentang. Kentang dipilih karena nutrisinya diolah lebih lambat oleh bakteri dibandingkan beras, sehingga ketersediaan nutrisi dalam media dapat bertahan lebih lama. Selain itu, kentang juga mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin dan mineral yang mendukung aktivitas metabolik bakteri.

Pembuatan media cair dilakukan dengan memotong kentang menjadi dadu kecil, kemudian direbus menggunakan air bersih hingga teksturnya lembek. Cairan ekstrak kentang kemudian ditambahkan gula pasir dan didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam galon berwarna biru. Volume media diatur agar tidak terlalu penuh maupun terlalu sedikit, sehingga tetap tersedia rongga udara untuk mendukung pertumbuhan bakteri.

Dalam kegiatan ini juga dirancang alat aerator sederhana sebagai upaya sterilisasi air dan suplai oksigen ke dalam media. Paenibacillus sp. merupakan bakteri fakultatif anaerob yang mampu hidup dengan atau tanpa oksigen, namun pertumbuhannya lebih optimal pada kondisi teraerasi. Aerator dirancang menggunakan rangkaian botol berisi larutan kalium permanganat, kapas penyaring, galon media, dan botol berisi air biasa. Setiap lubang pada tutup botol ditutup menggunakan plastisin untuk mencegah kebocoran dan kontaminasi.

Gambar 3. Perancangan dan perakitan alat aerator sederhana yang digunakan untuk mendukung proses aerasi dan sterilisasi air pada media cair Paenibacillus sp. (Sumber: Dokumentasi Tim BBK 7 UNAIR Sebayi)  

Setelah media cairan nutrisi dingin, bakteri diinokulasikan secara aseptik ke dalam galon. Aerator kemudian dinyalakan dan keberhasilannya ditandai dengan munculnya gelembung udara di dalam media. Media difermentasi selama kurang lebih 15 hari sebelum kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi bersama petani dan dokumentasi. Kegiatan ini secara nyata mendukung SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan Tim BBK 7 UNAIR dengan petani Desa Sebayi.

Penulis: azaliaandfatih

AKSES CEPAT