51动漫

51动漫 Official Website

Tim BBK UNAIR Bekali Siswa Melek Literasi Digital melalui Program Digital Explorers

Mahasiswa BBK 7 Desa Deketagung, Kabupaten Lamongan saat melakukan pengenalan dunia digital ramah anak (Foto: Dok Tim KKN)

UNAIR NEWS Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) Desa Deketagung, Kabupaten Lamongan menggelar program edukasi literasi digital bagi siswa kelas 5 dan 6 MI Hidayatul Ummah pada Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini mereka kemas dalam pelatihan bertajuk Digital Explorers sebagai upaya membekali siswa dengan pengetahuan dan etika dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak.

Program Digital Explorers dirancang untuk memperkenalkan dunia digital ramah anak dengan pendekatan imajinatif dan interaktif. Mahasiswa BBK UNAIR mengajak siswa memandang internet sebagai ruang eksplorasi yang luas. Namun tetap membutuhkan pemahaman, etika, dan kewaspadaan agar dapat dimanfaatkan secara aman dan positif.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK memperkenalkan teknologi digital sebagai 減intu ajaib yang mempermudah proses belajar dan komunikasi. Siswa membandingkan cara berkomunikasi di masa lalu melalui surat dengan kemudahan berkirim pesan instan di era digital. Pendekatan ini mereka gunakan agar siswa dapat memahami perkembangan teknologi secara kontekstual.

Selain itu, mahasiswa juga mengenalkan konsep Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu belajar. Secara tidak langsung, mahasiswa menjelaskan bahwa AI dapat mereka manfaatkan sebagai pendamping belajar yang membantu memahami materi. Bukan sekadar alat untuk mendapatkan jawaban instan. Siswa diajarkan menggunakan AI untuk membantu memahami soal matematika, berlatih bahasa Inggris, serta menggali ide saat menulis cerita.

Indrayana Widhikartiko, mahasiswa penanggung jawab program dalam BBK UNAIR Desa Deketagung, menjelaskan bahwa pengenalan AI dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa. 淜ami ingin anak-anak mengenal teknologi sebagai alat bantu belajar yang positif. Bukan sesuatu yang ditakuti atau disalahgunakan, ujarnya.

Selain pengenalan teknologi, mahasiswa BBK UNAIR juga menekankan pentingnya etika dalam berinteraksi di dunia digital. Siswa dibekali pemahaman bahwa norma sopan santun di dunia nyata tetap berlaku di ruang digital. Termasuk dalam berkomentar di media sosial. Mahasiswa menekankan prinsip tidak melakukan perundungan serta pentingnya menggunakan kata-kata yang baik.

Indrayana menyampaikan bahwa etika digital menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa anak-anak perlu memahami batasan dalam berinteraksi secara daring sejak dini. 淜ami menekankan bahwa menghargai orang lain, menjaga tutur kata, dan tidak menyebarkan konten tanpa izin adalah hal penting dalam dunia digital, jelasnya.

Mahasiswa juga membekali siswa dengan pengetahuan mengenai perlindungan data pribadi. Siswa diajarkan untuk menjaga informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, dan kata sandi dari orang yang tidak dikenal. Selain itu, siswa mereka ajak mengenali hoaks dengan prinsip berhenti sejenak, berpikir, dan bertanya kepada orang dewasa yang mereka percaya.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa BBK mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kesehatan fisik. Tim BBK mengajak siswa untuk tidak berlebihan menggunakan gawai serta tetap meluangkan waktu untuk bermain, berolahraga, dan beristirahat. Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama siswa untuk menjadi penjelajah digital yang cerdas, etis, dan bertanggung jawab.

Penulis: Muhammad Afriza Atarizki

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT