51动漫

51动漫 Official Website

Tim Debat UNAIR Raih Dua Medali dan Lolos Semifinal di Ajang NUDC

Delegasi UNAIR yang meraih penghargaan NUDC (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) kembali mengirimkan tim terbaiknya dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) 2025. Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada 2026 Oktober 2025. Ajang debat bergengsi ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan format British Parliamentary. Ratusan perguruan tinggi se-Indonesia terlibat dan mengikuti kompetisi ini.

Tahun ini, UNAIR diwakili oleh Muhammad Ryzadi Hertasning (FH), Carin Ongwinata (FPsi), dan Nicolas Averyll Pascordion (FISIP) sebagai juri N1. Ketiganya terpilih setelah melalui proses seleksi berjenjang di tingkat universitas di bawah bimbingan Pembina UKM Airlangga Debating Society (ADS) Usma Nur Dian Rosyidah SS MA dari Fakultas Ilmu Budaya.

Dian, sapaan dosen pembina ADS itu, menyebut bahwa salah satu kunci keberhasilan delegasi UNAIR adalah kedekatan dan bonding di antara anggota. 淪atu tim membutuhkan klik karena dari waktu ke waktu yang dibicarakan adalah debat. Jadi suasana, bonding, dan atmosfer tim harus dibangun dengan baik, ujarnya.

Dian juga menegaskan bahwa komitmen mahasiswa, dosen pembimbing UKM, maupun Ditmawa menjadi modal utama yang menjadi spirit untuk menorehkan prestasi membanggakan bagi UNAIR.

Proses seleksi delegasi NUDC dimulai dari tingkat fakultas. Setiap fakultas melakukan seleksi internal untuk menentukan perwakilan terbaik yang diajukan ke universitas. Dari hasil scoring dan assessment, terpilihlah kombinasi antar-fakultas yang dinilai paling siap bersaing di tingkat nasional.

Carin Ongwinata menjelaskan bahwa proses menuju tahap universitas berlangsung cukup intens. 淒alam debat ini perlu disisihkan waktu untuk latihan. Entah latihan individu seperti membaca berbagai referensi dan informasi, menonton video-video debat, ataupun turun di berbagai ajang kompetisi debat. Jadi, memang perlu keseimbangan antara kegiatan akademik dan persiapan lomba, tuturnya.

Menjelang keberangkatan ke NUDC, tim UNAIR menjalani sesi latihan rutin dan evaluasi bersama agar performa semakin matang. Persiapan dilakukan hampir setiap hari dengan fokus pada riset isu nasional maupun global, latihan teknik dan layers argumentasi, serta sparing debat British Parliamentary. Baik secara internal di UKM Airlangga Debating Society (ADS) maupun dengan berbagai perguruan tinggi lain. Mereka juga intens melakukan FGD membahas berbagai video kompetisi debat prestisius maupun hasil latihan dan sparing.

Tidak hanya persiapan teknis, salah satu strategi yang delegasi UNAIR jalankan adalah menguatkan ketahanan mental dan fisik. Menurut Nicolas, hal tersebut penting di samping mempersiapkan latihan dan teknis debat.

淜ami harus tetap profesional meskipun banyak kegiatan yang diikuti. Kadang lelah dan stres, tapi karena dipercaya mewakili UNAIR, kami harus tetap fokus sampai akhir, ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman berharga tersebut menjadi pelajaran untuk menjaga komitmen dan tanggung jawab di tengah padatnya aktivitas akademik.

Kerja keras tim debat UNAIR membuahkan hasil membanggakan. Dalam ajang NUDC 2025, mereka berhasil menembus babak semifinal serta meraih dua penghargaan individu, yakni 13th Best Speaker Open Category (Bronze Medal) yang diraih Carin Ongwinata dan 7th Best Speaker Open Category (Silver Medal) yang diraih Muh. Ryzadi Hertasning.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UNAIR mampu bersaing di tingkat nasional dengan performa yang konsisten dan solid.Ryzadi mengungkapkan bahwa setiap ronde menjadi ajang pembelajaran baru.

淜ami selalu melakukan konsolidasi dan evaluasi di setiap ronde. Itu sangat membantu untuk meningkatkan performa dan menjaga kekompakan, tuturnya.

Penulis: Era Fazira

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT