UNAIR NEWS – Tim KKN BBK 67 51动漫 (UNAIR) menggelar sosialisasi pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) di Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember pada Minggu (22/01/2023). Kegiatan tersebut mengundang dosen Akademi Kebidanan (AKBID) Jember sekaligus konselor Laktasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Rusdiarti SST MGz sebagai pemateri.
Pada kesempatan tersebut, Rusdiarti menjelaskan bahwa MP-ASI adalah makanan dan minuman bergizi seimbang yang diberikan kepada bayi usia 6-24 bulan. Dalam hal ini, pemberian MP-ASI memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak sehingga dapat menurunkan risiko stunting pada balita.
淎SI saja tidak cukup untuk memenuhi 100 persen gizi bayi seiring dengan pertumbuhan mereka. Selain itu, perlu diperhatikan juga pemberian MP-ASI ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena pemberian MP-ASI yang benar sangat berperan penting dalam mencegah kekurangan gizi pada anak, jelasnya.
Rusdiarti melanjutkan, para ibu dapat memberikan MP-ASI kepada bayi saat mereka sudah menginjak umur 6 bulan dengan beberapa ciri.
Pertama, anak dapat duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepalanya sendiri tanpa memerlukan bantuan. Kedua, anak menunjukan ketertarikan terhadap makanan, misalnya mencoba meraih makanan yang ada di hadapannya. Dan terakhir, anak menjadi lebih lapar dan tetap menunjukan tanda lapar, seperti gelisah dan tidak tenang, walaupun ibu sudah rutin memberikan ASI.
Aturan Tekstur MP-ASI
Kemudian, ia menuturkan ada beberapa aturan dalam mengatur tekstur MP-ASI. Hal tersebut bertujuan untuk mempersiapkan makanan padat secara perlahan bagi balita.
Balita umur 6-8 bulan diberikan MP-ASI dengan tekstur puree atau lembut, balita umur 9-11 bulan diberikan MP-ASI dengan tekstur mincer atau cincang halus, sedangkan balita umur 12-23 bulan diberikan MP-ASI dengan tekstur makanan keluarga yang sudah padat.
淪elain tekstur MP-ASI, gizi yang seimbang juga penting. MP-ASI sebaiknya mengandung gizi seimbang yang terdiri dari protein hewani dan nabati, karbohidrat, sayur, buah, dan lemak, ucapnya.
淜ita juga harus paham perbedaan kelebihan dan kekurangan MP-ASI rumahan dengan MP-ASI kemasan seperti Milna, 厂耻苍赂dan lain-lainnya. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, MP-ASI rumahan kaya akan variasi menu dan rasa. Sedangkan MP-ASI kemasan lebih praktis dan memiliki komposisi nutrisi yang ter-standard dengan biaya lebih mahal, sambungnya.
Setelah sosialisasi selesai, tim KKN Sukorambi 2 melakukan demonstrasi pembuatan MP-ASI yang diwakili oleh salah satu anggota, Dewi Rosyida Takiyya didampingi oleh Rusdiarti. MP-ASI yang dibuat oleh mereka adalah bubur ikan jagung untuk balita berumur 6-8 bulan dengan tekstur puree atau lembut.
Selain sosialisasi pemberian MP-ASI, mereka juga menggelar posyandu lansia yang berfokus pada upaya pencegahan dan penurunan hipertensi serta pemilahan sampah organik dan anorganik bersama siswa SDN 04 Sukorambi. (*)
Penulis: Rafli Noer Khairam
Editor: Binti Q. Masruroh





