51动漫

51动漫 Official Website

Tim Mandala UNAIR Bersinar di Kompetisi IBCC IDSC

Momen penyerahan trofi kepada Tim UNAIR yang meraih Juara 3 International Business Case Competition. (Foto: Istimewa)
Momen penyerahan trofi kepada Tim UNAIR yang meraih Juara 3 International Business Case Competition. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51动漫 menoreh prestasi yakni menjadi juara tiga pada International Business Case Competition persembahan dari International Development Student Conference (IDSC) BEM FEB UNAIR. Tim tersebut menembus tiga besar setelah memaparkan solusi bisnis 渨ondr SYNC dan menjawab evaluasi juri dari BNI serta hibank yang menjadi kolaborator lomba. Prestasi ini dipersembahkan oleh Nurul Ulul Azmi, Rifayani Nurul Afra, dan Safira Khiyarotun Nisa dengan nama Tim Mandala.

Kompetisi bertaraf internasional tersebut menuntut akurasi riset, ketepatan analisis, dan kemampuan penyampaian strategi dalam waktu terbatas. Capaian tim mereka mencerminkan kesiapan akademik dan daya saing mahasiswa FEB UNAIR dalam kompetisi business case yang menggunakan format dan standar penilaian bertaraf internasional.

Keunggulan wondr SYNC

Solusi 渨ondr SYNC menjadi keunggulan utama Tim Mandala dalam kompetisi. Konsep ini menawarkan ekosistem digital yang menggabungkan peningkatan awareness melalui kegiatan, layanan keuangan berbasis AI, serta pembiayaan mikro berbasis komunitas. Struktur tersebut memberi nilai tambah karena menjawab kebutuhan segmen muda dan UMKM sekaligus mendukung strategi digitalisasi perbankan yang menjadi fokus kasus.

Tiga komponen yakni wondr Life, wondr AI, dan wondr Loan Community tim susun dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur BNI sehingga solusi bisa feasible dalam penerapannya. Pendekatan itu membuat model bisnis mereka dapat menjadi kuat dari sisi pasar dan operasional. 淜ami ingin menghadirkan pengalaman keuangan yang lebih relevan bagi anak muda dan UMKM, ujar Safira Khiyarotun Nisa.

Tantangan Live Case

Proses penajaman ide berlangsung ketat sejak babak semifinal hingga sesi final. Tim mereka harus memperdalam data, menyusun argumen yang lebih tajam, dan menyiapkan presentasi dalam waktu yang terbatas. Babak live case menjadi bagian paling menantang karena mereka harus menyusun strategi baru dan menyiapkan materi pitching dalam kurun kurang dari sehari untuk menjawab kebutuhan isu yang diberikan juri dari sektor perbankan.

Tekanan tersebut membuat kemampuan analisis cepat dan kerja tim menjadi faktor penting bagi mereka. 淪emua tahap menantang, terutama saat harus riset dan analisis dalam waktu singkat, ucap Rifayani Nurul Afra.

Meski begitu, dinamika itu memperkuat hubungan kerja mereka. 淜ami belajar tetap fokus dan saling menguatkan meski waktunya sangat sempit, tutur Nurul Ulul Azmi. 

Keterlibatan Tim Mandala dalam IDSC juga turut menambah kontribusi mahasiswa FEB UNAIR dalam business case competition. Melalui lomba tersebut, mahasiswa pastinya akan mengasah kemampuan riset dan penyusunan strategi, serta belajar mengartikulasikan ide dalam business case competition. Kegiatan ini diharapkan semakin mendorong mahasiswa untuk lebih inovatif dan berani bersaing di level yang lebih luas.

Penulis: Era Fazira

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT