51动漫

51动漫 Official Website

Tim PKL KESMAS SIKIA Praktikkan Cara Mengelola NUGGAZI

Demonstasi NUGGAZI Kelompok 4 bersama sasaran di Balai Kelurahan Karangrejo. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam 51动漫 (KESMAS SIKIA UNAIR) sedang melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan PKL berisi demonstrasi kepada masyarakat Kelurahan Karangrejo sebagai indikator keberhasilan program PKL bersama kelompok yang dilaksanakan di Puskesmas Kertosari Banyuwangi.

Kepada UNAIR NEWS (28/01/2023), Ketua Kelompok 4 PKL KESMAS SIKIA UNAIR,  Putri Anggita Dewi menjelaskan latar belakang dari program yang diangkat. Menurutnya, ia dan tim mengusung tema itu disebabkan karena wilayah Karangrejo memiliki permasalahan stunting dan balita yang tidak naik berat badan saat ditimbang di Posyandu setempat.

淢elalui berbagai musyawarah yang melibatkan warga setempat dan data yang diperoleh, permasalahan prioritas yaitu pada bidang gizi merujuk pada permasalahan stunting dan balita yang tidak naik berat badan selama ditimbang di Posyandu, ungkapnya.

Berangkat dari permasalahan yang didapat,  Putri bersama kelompok 4 berikan demonstrasi Nugget Sehat dan Bergizi (NUGGAZI) dan Agar Sehat Bergizi (GARAZI). Sasaran kegiatan itu adalah ibu balita yang berpotensi stunting serta berat badan tidak naik saat ditimbang melalui Posyandu.

Selain itu, sambungnya, kegiatan yang dilakukan juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan  pengetahuan mengenai informasi yang benar mengenai pentingnya kedatangan ke Posyandu.

Alhamdulillah dikasih kepercayaan buat jadi ketua, tanggung jawab yang diemban jauh lebih besar, jadi banyak pengalaman baru terkait lintas sektoral itu gimana, pokoknya seru banyak memori memori baru dan dapat kenal dengan masyarakat luas, jelas Putri.

Pada akhir, ia berharap bahwa program yang sudah dibuat dapat bermanfaat bagi masyarakat dan keberlanjutan program bisa dilaksanakan. Untuk keberlanjutan dari salah satu program, lanjutnya, yaitu intervensi kepada remaja terkait pencegahan stunting.

淯ntuk itu, kelompok kami menyasar remaja PIK-R dimana remaja tersebut mampu menjadi fasilitator kepada teman sebayanya dan bisa menjadi konselor sebaya sehingga edukasi yang kami berikan mampu memberdayakan remaja secara berkelanjutan, tutupnya.

Penulis: Midory Autake

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT