51动漫

51动漫 Official Website

Tim PKM UNAIR Tinjau Prinsip Childfree dari Perspektif Laki-Laki

Kegiatan Proses Penyelesaian Riset Penelitian. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS –  TIM PKM 51动漫  (UNAIR) telah memperoleh pendanaan dari melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Capaian itu mereka dapatkan atas penelitiannya di bidang Riset Sosial Humaniora (RSH) terkait childfree.  

Tim PKM yang beranggotakan Afrigh Abrar Brahmantya, Indra Pandita Wahyu S, Muhammad Diza Sharif, Asyaddu Hubbanlillah, dan Farros Ale Abdul Jabbar. Mereka merupakan mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2022.

Perspektif Laki-Laki Terkait Childfree

Afrigh menjelaskan bahwa belakangan, fenomena childfree cukup ramai menjadi sorotan publik. Menurutnya, sudut pandang yang seringkali menjadi pertimbangan hanya dari perspektif perempuan. Ia bersama rekan timnya kemudian menilik prinsip ini dari perspektif laki-laki di Surabaya yang multikultural.

Selama proses penelitian, mereka cukup banyak menuai pro dan kontra. Afrigh dan tim memilih untuk menilik perspektif laki-laki di Surabaya karena daerah tersebut masih menganut kebudayaan tradisional Jawa.

淭erkejutnya, sewaktu kami melakukan riset ke beberapa daerah di Surabaya dengan melibatkan beberapa informan dari Jawa, Madura, dan Tionghoa. Mereka memiliki perspektif masing-masing dan akhirnya menuai pro dan kontra, ujarnya pada Senin (17/10/2023).

Selanjutnya, Afrigh menjelaskan bahwa masyarakat Jawa menanggapi prinsip childfree dengan netral. Sebagian dari mereka, sambungnya ada yang mendukung dan juga ada yang menolak. 

淏erbeda halnya dengan masyarakat Madura dan Tionghoa. Sebagian besar dari mereka menentang keras akan adanya prinsip ini, paparnya.

Perbedaan cara pandang tersebut, lanjut Afrigh, berkaitan dengan kepercayaan agama dan norma-norma yang berlaku dari masing-masing daerah. Khususnya di tionghoa yang perlu meneruskan keturunan marga.

Afrigh menegaskan bahwa sebagian kecil dari mereka yang mendukung childfree umumnya  karena memiliki permasalahan ekonomi. 淏agi mereka yang pro atau netral terkait childfree biasanya akan mempertimbangkan kembali untuk memiliki anak akibat permasalahan ekonomi atau bertentangan dengan agama dan budaya, jelasnya.

Manfaat Penelitian 

Afrigh dan tim menjelaskan bahwa manfaat penelitian mereka adalah untuk menemukan telaah baru terkait childfree dari perspektif laki-laki di Indonesia khususnya Surabaya. Selain itu, sambungnya, hasil riset mereka dapat menjadi referensi atau rujukan pada penelitian selanjutnya.

淢elalui hasil penelitian kami berupa artikel ilmiah yang nantinya akan terakreditasi ke SINTA, peneliti selanjutnya dapat menjadikannya sebagai bahan referensi dan rujukan, ucapnya.

Afrigh dan tim berharap bahwa artikel ilmiah mereka nantinya juga dapat memperluas cara pandang masyarakat di Surabaya. Hal itu, sambungnya, mereka lakukan dengan cara tetap memperlihatkan perspektif laki-laki dalam mempertimbangkan childfree dalam hubungan mereka.

淜ita berharap untuk kedepannya penelitian ini akan terus berkembang, khususnya penelitian childfree dari perspektif laki-laki, pungkasnya.

Penulis: Christopher Hendrawan

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT