UNAIR NEWS Mahasiswa Program Magister Kenotariatan 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim S2 Kenotariatan FH UNAIR berhasil meraih Juara I dalam Lomba Teknik Pembuatan Akta pada ajang Pekan Notaris Universitas Indonesia (UI) 2026 yang berlangsung pada (7/2/2026) di Universitas Indonesia.
Tim tersebut terdiri atas Ardelia Zahra Ratna Pambudi, Miftakhul Arif, Gandi Assidiqih, Nadia Apsari, dan Febiyana Annisa Rahmawati.
Pekan Notaris merupakan program kerja unggulan Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kompetisi itu menguji kemampuan peserta dalam menganalisis kasus posisi serta menyusun akta yang tepat dan aplikatif dalam praktik kenotariatan.
Berangkat dari Evaluasi Tahun Sebelumnya
Gandi mengungkapkan bahwa motivasi utama tim mengikuti lomba tahun ini adalah keinginan untuk memperbaiki capaian sebelumnya. 淢otivasi utama kami adalah meraih hasil yang lebih baik, karena pada tahun sebelumnya kami hanya sampai tahap finalis. Pengalaman itu menjadi evaluasi sekaligus pemacu semangat untuk mempersiapkan diri lebih matang, baik dari sisi analisis maupun teknik penyusunan akta, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa lomba ini menjadi ruang untuk menguji kesiapan akademik dan praktis sebagai mahasiswa Magister Kenotariatan. 淜ami ingin menyusun akta yang tidak hanya benar secara teori, tetapi juga aplikatif dalam praktik kenotariatan, tambahnya. Proses tersebut sekaligus melatih tim untuk berpikir lebih komprehensif terhadap kasus yang diberikan.
Ketelitian Analisis dan Manajemen Waktu
Proses riset dan penyusunan akta dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan pembagian tugas yang terstruktur. Tantangan terbesar yang tim hadapi adalah keterbatasan waktu karena seluruh anggota juga memiliki pekerjaan masing-masing, sehingga koordinasi harus dilakukan secara disiplin dan konsisten.
淜endala tersulit adalah memastikan seluruh klausul benar-benar selaras dengan kasus posisi, tidak menimbulkan multitafsir, dan tetap sesuai dengan hukum positif yang berlaku, jelas Gandi. Menurutnya, setiap bagian akta dikaji ulang melalui diskusi bersama untuk meminimalkan potensi kekeliruan.
Keunggulan draf akta tim terletak pada ketepatan analisis dan konsistensi dasar hukum. Akta disusun secara sistematis, dengan memperhatikan keseimbangan kepentingan para pihak serta mitigasi risiko hukum agar aman secara regulasi.
Pesan untuk Berani Berproses
Di akhir wawancara, Gandi menyampaikan pesan bagi mahasiswa Magister Kenotariatan UNAIR agar tidak ragu mengikuti kompetisi nasional dan berani keluar dari zona nyaman.
淜ompetisi bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga ketekunan, kerja tim, dan kemauan belajar dari kegagalan. Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan adalah kunci, tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya membiasakan diri berpikir praktis seperti seorang notaris agar karya yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran teoritis, tetapi relevan dengan praktik hukum di lapangan.
Penulis: Ahmad Abid Zhahiruddin
Editor: Khefti Al Mawalia





