UNAIR NEWS Para anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara 51动漫 (PS UNAIR) siap menggemakan suara-suara apiknya di salah satu negara di Eropa tengah, Austria. Rencananya, mereka akan berlaga di Austria pada pertengahan bulan Juni nanti.
Di tengah kesibukannya berlatih kemampuan vokal, tiga mahasiswa anggota PS UNAIR menyempatkan dirinya berbagi cerita tentang rangkaian persiapan menuju Austria.
Ketiganya adalah Ronald Moses Abram (Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Ketua UKM PS UNAIR), Firda Aulia Rahman (Fakultas Farmasi/Ketua Program), Rahmat Fathony Sasongko (FEB/penyanyi).
淚ni sudah menjadi rutinitas dua tahunan kami. Jadi, kepengurusan tahun lalu bersama dengan music director kami sudah mempersiapkan program seperti lomba mana yang akan diikuti, jadwal seleksi, serta pemilihan ketua panitia, tutur Moses, sapaan akrabnya.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun pasca keikutsertaan anggota UKM PS UNAIR ke Tallinn, Estonia, mereka mencari informasi tentang kompetisi-kompetisi internasional. Tim bersepakat untuk mengikuti kompetisi bernama The 3rd International Choral Competition Ave Verum (ICC Ave Verum) di Baden, Austria pada tanggal 2225 Juni 2017.
Mereka kemudian mendaftar via dalam jaringan. Syaratnya, setiap peserta (tim) lomba wajib mengirimkan sampel rekaman suara. Setelah diseleksi, pihak penyelenggara memutuskan bahwa tim PS UNAIR layak untuk lolos ke babak final di Austria.
Tim UKM PS UNAIR menjadi satu-satunya tim dari Indonesia yang lolos ke babak final. Di tingkat Asia, tim UKM yang terbentuk pada 28 September 1981 ini bersama-sama dengan tim Universitas Santo Thomas asal Filiphina melaju ke Baden.
Peserta dari Asia tersebut menjadi salah satu kompetitor terberatnya dalam kompetisi yang sudah diselenggarakan kali ketiga itu. 淗anya dua dari Asia. Bagi kami, Filiphina adalah lawan paling sulit karena track record (rekam jejak) choir (paduan suara) tersebut sudah baik. Kami juga sudah diwanti-wanti sama pelatih kami bahwa mereka adalah lawan paling sulit, aku Moses.
Persiapan matang
Kompetisi ICC Ave Verum dikenal sukar bagi tim UKM PS UNAIR. Pasalnya, tak ada pilihan kategori yang disediakan oleh pihak penyelenggara dalam kompetisi tersebut.
淪elama ini kita ikutan kategori-kategori dan bisa dibilang kita selama ini pada kompetisi-kompetisi sebelumnya merajai folk music. Karena nggak ada kategori-kategori, itu yang kami bilang susah, tutur Moses seraya tertawa.
Bukan Ksatria Airlangga namanya bila mudah menyerah. Tim penyanyi bersama pelatih secara rutin berlatih vokal dan interpretasi lagu. Mereka berlatih setiap Selasa dan Kamis sore di ruang propadus Fakultas Kedokteran UNAIR.
Di negara beribukota Wina, mereka berencana membawakan delapan judul lagu. Judul-judul lagu yang akan dilantunkan di hadapan para juri dan penonton antara lain Ave Regina Caelorum, Ave Maria, dan Salve Regina.
淟agu-lagu ini bisa dibilang entah itu ketukan, notasi, dan interpretasi lagu. Bisa dibilang ini baru untuk kami apalagi yang ikutan adalah rekan-rekan angkatan 2014 dan 2015. Makanya ketika dapat lagu itu, atmosfer kompetisinya sudah terasa. Interpretasi lagunya juga bukan hal mudah, imbuh penyanyi bersuara bass itu.
Lagu-lagu tersebut multilingual. Mereka akan menyanyikan lagu-lagu berbahasa Prancis, Italia, Jerman, dan Inggris. Lagu-lagu dengan bahasa yang beragam itu menjadi tantangan untuk mereka lahap dalam latihan rutin hingga perlombaan nanti.
淎da salah satu sesi latihan yang memang membahas tentang interpretasi. Cara ngucapinnya gimana. Ada sesi latihan tersendiri. Diskusi tentang isi lagu, tutur Fathony.
淧artitur itu kan sudah dibagikan sebelum latihan. Jadi, kita baca-baca dulu. Kalau punya piano bisa latihan sendiri. Berhubung saya nggak punya, ya, pakai aplikasi MIDI. Bagi mereka yang memang basic (pengetahuan dasar) musiknya tinggi, dilihat aja bisa. Kalau saya termasuk yang butuh dengerin lagu terlebih dulu, imbuh Fathony.
Firda yang juga ketua tim kompetisi mengatakan, sebelum berangkat ke Austria pada tanggal 15 Juni, tim UKM PS UNAIR akan menyelenggarakan kompetisi prakonser.
淪uatu konser di mana kita mengundang audiens untuk men-sounding-kan bahwa kita mau kompetisi. Istilahnya, konser mohon doa restu. Rencananya, akan diselenggarakan 10 Juni sebelum berangkat ke Austria. Kami nanti membawa 39 penyanyi, 1 konduktor, dan pendamping dari rektorat, tutur Firda.
Nantinya, dalam konser tersebut mereka akan menyanyikan lagu-lagu yang akan dibawakan dalam perlombaan sekaligus lagu-lagu tambahan.
Penulis: Defrina Sukma S





