51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Tingkat Pengetahuan dan Pola Konsumsi Produk Minuman Herbal Hubungannya dengan Dismenore Remaja Putri

Foto by Langit7 id

Masa remaja adalah masa dimana terjadi perubahan seksual, baik primer maupun sekunder. Pada remaja putri, perubahan seksual primer ditandai dengan datangnya menstruasi. Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada proses menstruasi adalah dismenore. Secara global, perkiraan kisaran dismenore adalah 50% sampai 95%.

Dismenore dapat diobati dengan dua jenis cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi dismenore OAINS (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) yaitu ibuprofen, naproxen, dan mefenamat, analgesik, dan pemberian obat kontrasepsi oral. Terapi non farmakologi yang dapat mengatasi dismenore adalah penggunaan produk minuman herbal, aktivitas fisik, terapi diet, akupunktur, dan hipnoterapi. Menurut Mirabia et al pada 25 penelitian menyebutkan bahwa mengatasi dismenore menggunakan tanaman herbal merupakan pengobatan alternatif yang menjanjikan sebagai solusi pengobatan secara medis. Tumbuhan herbal yang biasa digunakan untuk mengatasi dismenorea adalah jahe, adas, dan mawar, serta kunyit merupakan hal yang menarik karena tumbuhan ini mudah didapat dan biasanya mudah didapat di rumah. Dikaitkan dengan fenomena di atas, menganalisis hubungan pengetahuan dan pola konsumsi dengan dismenore pada remaja putri menarik untuk dilakukan.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah wanita muda yang tinggal di Pondok Pesantren Subulussalam Surabaya, Indonesia. Metode simple random sampling digunakan untuk mengambil sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan beberapa kuesioner. Kuesioner tersebut adalah kuesioner pengetahuan produk minuman herbal, kuesioner SQ “ FFQ untuk mengetahui pola konsumsi produk minuman herbal responden, dan kuesioner Numeric Rating Scale untuk mengetahui dismenore pada responden.

Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan produk jamu dengan kejadian dismenore, namun tidak ada hubungan antara pola konsumsi produk jamu dengan kejadian dismenore. Pengetahuan merupakan indikator yang berasal dari mengetahui dan terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek. Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendidikan, usia, akses informasi, dan pengalaman. Pengetahuan seseorang terhadap suatu hal akan mempengaruhi sikap orang tersebut dalam menghadapi sesuatu yang dibutuhkan. Pola konsumsi produk minuman herbal pada remaja juga dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang tentang produk minuman herbal. Namun, pola konsumsi siswa juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti faktor uang saku dan pengaruh lingkungan yang tidak diteliti pada penelitian ini.

Penulis : Farapti, dr., M.Gizi, Annisaa Wulida, S.Gz, dan Cintadea Herviana, S.Gz

Informasi lebih lengkap dari penelitian dapat diakses pada :

Herviana C, Farapti F. (2023). The Relationship Between Knowledge and Patterns of Herbal Drink Product Consumption with Dysmenorrhea of Female Adolescent. Amerta Nutrition & (2): 203-209.

AKSES CEPAT