51动漫

51动漫 Official Website

Tingkatkan Hidup Sehat, AHPC UNAIR Gandeng Dinas Kesehatan Surabaya Gelar Pemeriksaan Kesehatan

Suasana pelaksanaan Program Happy and Healthy Lifestyle oleh Airlangga Health Promotion Center (AHPC) di Ruang Kahuripan 300, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR (Foto: Istimewa)
Suasana pelaksanaan Program Happy and Healthy Lifestyle oleh Airlangga Health Promotion Center (AHPC) di Ruang Kahuripan 300, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya adakan pemeriksaan kesehatan dalam Program Happy and Healthy Lifestyle. Hadir dalam acara, piminan AHPC Dr Sri Widati SSos Msi dan Kurnia Dwi Artanti dr MSc. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kahuripan 300, lantai 3, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C 51动漫 (UNAIR) pada Senin (19/8/2024).

Mengawali acara, Dr Sri Widati, selaku pemateri, menjelaskan program kolaborasi ini merupakan upaya dari Rektor UNAIR untuk para tenaga kependidikan dalam meningkatkan perilaku hidup sehat di lingkungan kampus. 淜egiatan ini merupakan upaya dari kami, juga sesuai dengan amanat Rektor UNAIR agar semua orang yang di UNAIR sehat dan bahagia. Sesuai dengan nama program yaitu, Happy and Healthy Lifestyle. Jadi, kita semua berupaya supaya menjadi sehat bagi diri kita, jelas Dr Widati, selaku Ketua AHPC.

Dalam materinya, Dr Widati menjelaskan hasil persentase penyebab kematian di dunia, berdasarkan World Health Organization (WHO). Terdapat sekitar 29 persen faktor kematian disebabkan oleh penyakit menular, sedangkan sisanya, 71 persen disebabkan oleh penyakit tidak menular.

Airlangga Health Promotion Center (AHPC) UNAIR gelar Pemeriksaan kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk para dosen dan tenaga kependidikan UNAIR (Foto: Istimewa)
Airlangga Health Promotion Center (AHPC) UNAIR gelar Pemeriksaan kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk para dosen dan tenaga kependidikan UNAIR (Foto: Istimewa)

Ia menyatakan bahwa sejatinya faktor kematian sebab penyakit tidak menular ini dapat dicegah. 淒ari angka 71 persen penyebab kematian ini, sebetulnya merupakan penyakit yang bisa dicegah, karena biasanya berkaitan dengan gaya hidup. Jadi, mari kita bergaya hidup sehat, serunya.

Melalui hal itu, Dr Widati mengingatkan untuk menjaga kesehatan fisik dengan minimal menggerakkan tubuh selama 30 menit di otot yang sama. 淯ntuk kesehatan fisik, kita harus paksa diri kita dalam suatu sistem. Minimal menggerakkan tubuh selama 30 menit dalam sehari. Ketentuan 30 menit ini juga dengan otot yang sama. Jika gerak tidak sampai 30 menit, maka tidak terjadi pembakaran kalori. Hal ini supaya sel-sel dalam diri tumbuh, tetap gerak, tetap sehat. Jadi, kita harus memaksakan diri masuk dalam suatu sistem, jelasnya.

Kemudian, upaya menjaga kesehatan fisik lainnya adalah melakukan olahraga setidaknya dua kali dalam seminggu. Kategori olahraga pun harus diperhatikan, sebab faktor umur juga dapat memicu gerak jantung. 淥lahraga juga perlu memperhatikan umur serta kerja jantung. Sebab, ketika kita olahraga, maka jantung juga olahraga. Usia 40 tahun ke atas, sebaiknya olahraga yang dipilih adalah yang anaerobik, sehingga detak jantungnya teratur, terangnya.

淛ika dalam proses tersebut, jantung memberikan sinyal seperti, sakit atau nyeri, maka kita harus peka terhadap rangsangan tersebut. Peka terhadap bahasa tubuh yang telah Tuhan beri pada kita, perhatikan, dan jangan diabaikan, tekannya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Widati menunjukkan berbagai tabel kesehatan, sebagai batas normal dalam indikator bahasa tubuh yang mencakup gula darah, kolesterol, asam urat, juga indeks massa tubuh (IMT) serta lingkar perut. 

Dr Widati menyebutkan, perlunya mengukur lingkar perut ini sebab mengingat banyaknya organ yang ada dalam perut. 淒i dalam perut terdiri dari berbagai organ, sedangkan jika ada lemak di daerah tersebut, maka dia akan menekan semua organ yang ada di situ. Hal ini juga mempengaruhi kerja insulin, sehingga susah untuk bekerja, katanya.

Di akhir, ia menegaskan ulang bahwa indikator bahasa tubuh, seperti ketentuan medis itu harus diperhatikan. Pasalnya, hal ini masuk pada kriteria risiko sindrom metabolik, yaitu risiko terkena gagal jantung, stroke, hingga diabetes melitus. 淛adi sindrom metabolik ini terjadi jika memenuhi tiga kriteria, seperti tensi tinggi, gula darah tinggi, dan obesitas, atau kategori-kategori lainnya yang masuk pada indikator bahasa tubuh, ujarnya.

Dr Widati berpesan agar mulai menanamkan hal-hal baik untuk menikmati di masa yang akan datang. 淛angan sampai kita terkena di tiga kriteria di atas. Maka dari itu, kita menabur apa yang kita lakukan hari ini dan hari-hari kemarin, sehingga kita dapat menuainya. Jadi, mari kita tabur yang baik, supaya kita juga menuai yang baik, pungkasnya.

Penulis: Annisa Nabila

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT