UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan () 51动漫 (UNAIR) menggelar Career Fest x Seminar Nasional Kakema pada hari Sabtu (13/9/2025) di Auditorium Candradimuka Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus Merr-C UNAIR. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk memberikan motivasi, strategi, serta pengalaman nyata dalam menghadapi dunia karir.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Damar, selaku Ketua Pelaksana Career Fest 2025. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia serta ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir. Selanjutnya, Wakil Dekan III FPK UNAIR, Annur Ahadi Abdillah S Pi, M Si, Ph D, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran sumber daya manusia di bidang perikanan. 淧erikanan ibarat mutiara yang ada di bawah lumpur. Sektor ini merupakan poros utama Indonesia, ungkapnya.
Mulai dari Dalam Diri
Pemaparan materi pertama oleh Dr Dewi Retno Suminar M Si, Psikologi, yang mengulas topik tentang kecemasan karir. Ia menjelaskan bahwa kecemasan terjadi pada semua mahasiswa di berbagai bidang, tidak hanya perikanan. Menurutnya, kecemasan adalah hal wajar yang dialami oleh seseorang. 淪eringkali kecemasan muncul karena ketidaktahuan tentang apa yang ada di depan. Kuncinya adalah mengenali diri sendiri terlebih dahulu, tuturnya.
Selanjutnya, Dr Dewi Retno menegaskan pentingnya memiliki sikap stoic dan greet (ketangguhan) dalam menghadapi tekanan. Ia juga menekankan pentingnya motivasi yang dapat tumbuh dengan membekali diri pada ketenangan hati dan keteguhan mental. 淎gar tidak ikut arus, jangan membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang itu unik, dan jangan menghabiskan energi hanya untuk membandingkannya dengan orang lain, tegasnya.

Terus Belajar dan Evaluasi
Sesi materi terakhir menghadirkan Vito Reyner, selaku Direktur PT. Rejeki Bintang Samudra yang membicarakan tentang pengalamannya dalam meniti karir di bidang perikanan. Vito menyampaikan bahwa sebenarnya background yang ia miliki adalah bidang Teknologi Informasi. Namun, keteguhan hatinya dalam meniti karir mampu mengubah arah pandangannya hingga menjadi direktur di bidang perikanan.
淪elama masa kuliah saya aktif mengikuti kepanitiaan, organisasi, dan kompetisi seperti P2MW. Semua pengalaman itu memberi dampak besar bagi diri saya saat ini, ujarnya.
Vito mengatakan bahwa tantangan terbesar saat kuliah adalah manajemen waktu. Ia berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan cara membuat jadwal terstruktur. Sedangkan dalam dunia kerja, ia pernah mengalami tantangan berupa penolakan produk oleh perusahaan.
Lebih lanjut, Vito menjelaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi evaluasi untuk berbenah lebih baik lagi. Ia menambahkan jika salah satu cara untuk mendapatkan koneksi adalah dengan mengikuti seminar, pameran, dan kesempatan tak terduga yang harus dimanfaatkan dengan baik. 淪etiap tempat, setiap orang, setiap waktu, bisa menjadi wadah untuk belajar, tegasnya.
Melalui Career fest ini, mahasiswa UNAIR dibekali wawasan dan motivasi berharga mengenai tantangan dan peluang dunia karir. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi Mahasiswa UNAIR untuk menyiapkan diri menghadapi masa depan dengan percaya diri, keteguhan, ketenangan, serta semangat berprestasi.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





